Kemeriahan Ramadan di Luar Negeri, Pria India Pakai Hiasan Mata

Vien Dimyati ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 16:10 WIB
Kemeriahan Ramadan di Luar Negeri, Pria India Pakai Hiasan Mata

Kemeriahan Ramadan di India (Foto: Forbes India)

JAKARTA, iNews.id - Menjalani ibadah puasa Ramadan menjadi momen paling ditunggu umat Islam di dunia. Ada banyak kemeriahan dilakukan menyambut bulan suci ini. Mulai dari buka puasa bersama di masjid, melakukan pameran buku Islami, hingga memakai aksesori.

Sebut saja India, meski mayoritas penduduknya beragama Hindu, namun Muslim India memiliki cara unik memeriahkan Ramadan. Berbuka puasa bersama di masjid dengan menu tradisional hingga para pria memakai hiasan mata.

Tak hanya India yang memiliki kemeriahan dalam menyambut Ramadan. Beberapa negara juga memiliki tradisi lain. Apa saja tradisi tersebut? Berikut ulasan iNews.id, Rabu (16/5/2018).

India

Negara yang mayoritas memeluk agama Hindu ini, ternyata memiliki tradisi yang meriah dalam menyambut Ramadan. Umat Islam di India biasanya menyambut puasa di masjid. Sama seperti di Indonesia, Muslim India berbuka puasa di halaman masjid bersama masyarakat. Menu yang dihidangkan ada ganghui, sup yang dibuat dari tepung terigu, beras, dan potongan daging. Untuk lelaki Muslim India akan memakai hiasan celak di mata. Ini sejenis eyeliner. Tradisi ini sudah dikenal dari Yaman.

Jepang

Muslim Jepang yang menjalani ibadah puasa biasanya berkumpul di Japan Islamic Centre. Di masjid ini, umat Islam Jepang mengadakan majelis taklim, salat tarawih berjamaah, hingga pameran buku.

China

Meski hanya sedikit muslim China yang menjalankan ibadah puasa, namun ada satu tradisi yang selalu dijalankan. Warga Muslim China memiliki tradisi muqam. Ini adalah sebuah tradisi unik berupa tari-tarian dan nyanyian. Tradisi ini biasa dilakukan umat Muslim Kashgar di China.

Austria

Austria memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Biasanya, Muslim Austria mengadakan kampanye menjelang bulan suci. Kampanye ini dilakukan untuk mengumpulkan paket lebaran bagi keluarga miskin dan hadiah untuk anak-anak yatim piatu di Palestina.

Rusia

Puasa di Rusia berlangsung sekitar 17 jam sehari. Muslim Rusia biasanya melakukan aktivitas menggelar bazaar dadakan. Beberapa barang yang dijual adalah buku-buku Islami, suvenir, minyak wangi, kopiah, dan lainnya. Tak hanya itu, tradisi lainnya dalah berbuka puasa bersama di Masjid Yarman, sebelah utara Moskow.


Editor : Vien Dimyati