13 Negara Keluarkan Travel Advice terkait Teror Bom Surabaya

Vien Dimyati ยท Rabu, 16 Mei 2018 - 14:50 WIB
13 Negara Keluarkan Travel Advice terkait Teror Bom Surabaya

13 Negara keluarkan travel advice (Foto: Pontas)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 13 negara telah mengeluarkan travel advice ke Indonesia. Rentetan serangan teroris yang terjadi di Surabaya, menimbulkan kekhawatiran dari berbagai negara dan mengeluarkan travel advice untuk warga negaranya.

Adapun 13 negara yang telah mengeluarkan travel advice adalah Inggris, Amerika, Australia, Hong Kong, New Zealand, Singapura, Malaysia, Polandia, Irlandia, Kanada, Prancis, Filipina, Swiss.

Negara terakhir yang menyusul adalah Swiss. Dalam situs resminya, Swiss menyatakan situasi politik di negara ini umumnya tenang dan stabil. Namun, gerakan separatis dan ketegangan etno-religius lokal dapat membahayakan keamanan di beberapa daerah.

"Meskipun penguatan langkah-langkah keamanan, risiko serangan terus berlanjut di seluruh negeri setiap saat. Serangan dapat menargetkan fasilitas umum, fasilitas negara dan agama yang sering dikunjungi oleh orang asing, seperti tempat hiburan, pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran. Misalnya di Surabaya, tiga serangan dilakukan terhadap gereja-gereja pada 13 Mei 2018, diikuti pada 14 Mei 2018 oleh serangan bunuh diri di markas polisi. Serangan-serangan ini membuat banyak orang meninggal dan terluka. Patuhi instruksi otoritas setempat dan tetap berhubungan dengan operator tur Anda. Jauhi tempat keramaian. Berhati-hatilah, terutama selama liburan dan periode penting agama seperti Ramadan," tulis pesan tersebut, seperti dikutip iNews.id, Rabu (16/5/2018).

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, travel advice yang dikeluarkan beberapa negara adalah hal wajar. Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia tidak perlu takut atas pembaruan travel advice.

"Tidak perlu takut, travel advice itu hanya peringatan negara terhadap warganya. Ini masih wajar. Kami tahu beberapa negara keluarkan travel advice untuk warga negaranya. Kami hargai itu, karena sudah kewajiban setiap negara untuk mengingatkan warganya," kata Menpar.

Sementara itu, Ketua Tim Crisis Center Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, menyikapi serentetan peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi beberapa waktu ini, Kemenpar mengucapkan belasungkawa terhadap para korban.

"Hingga saat ini Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) terus melakukan pemantauan, serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesibilitas, amenitas dan atraksi di Jawa Timur dan Surabaya agar berjalan normal," ujar Guntur.

Mengenai travel advice yang dikeluarkan oleh beberapa negara (Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia), Kemenpar sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain.

"Peringatan ini bukan sebagai larangan berkunjung (travel warning). Tapi sebagai informasi. Pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan travel advice untuk warga negara Indonesia di Prancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada 2015," tutur Guntur yang menjabat Kepala Biro Komunikasi Publik. 


Editor : Vien Dimyati