Jalan-Jalan ke Kupang, Cicipi Daging Se'i Asap Khas NTT

Ade Miranti Karunia Sari · Minggu, 10 Juni 2018 - 21:40 WIB
Jalan-Jalan ke Kupang, Cicipi Daging Se'i Asap Khas NTT

Lezatnya daging se'i khas NTT. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

KUPANG, iNews.id – Liburan ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, jangan lupa untuk mencicipi kuliner lezat dan khas di sana. Salah satunya, daging se'i.

Se'i merupakan potongan daging mentah yang diolah dengan cara diasapi. Biasanya ikan yang kerap kita ketahui sering diasapi. Nah, rupanya daging bisa pula diasapi langsung dari tempat pengasapan berbentuk tradisional layaknya kayu bakar, kemudian mengasapi daging dari kejauhan. Bisa dibilang kompor tradisional pada zaman dulu kala.

Dagingnya diiris tipis memanjang mirip irisan daging fillet. Daging diolah secara tradisional dengan ditaburi garam dan sedikit rempah-rempah. Lalu dilakukan pengasapan dengan menggunakan kayu kosambi. Pada beberapa penjual makanan khas Kupang ini, daging se’i pada bagian atas daging juga ditutup dengan daun-daunan kosambi, sehingga aroma rempahnya sangat terasa.

Jadi, pengasapannya tidak menggunakan kompor atau pemangggangan. Soalnya, rasa khas daging se'i berasal langsung dari asap kayu yang dibakar. Se'i ini kematangannya bukan berasal dari api, tetapi asap dari kayu bakar.

Daging se'i bisa diolah menjadi berbagai macam menu. Tergantung selera para pencinta kuliner. Bisa dibuat semur daging, daging se'i saus tiram, ditumis dengan sayuran, dan banyak lagi. Nah, kali ini iNews.id berkesempatan mencicipi se'i hot plate yang berada di salah satu warung makan di Atambua, Kabupaten Belu.

Sepiringnya dijual Rp40 ribu. Jika makan rasanya tidak berbeda jauh dengan daging saos tiram, cuma bila dikecap di lidah, rasa daging asap terasa walaupun mungkin sedikit alot. Pasalnya, daging se'i yang diiris tipis-tipis tersebut dari sang koki digoreng lagi.

Namun bagi yang Muslim, ada baiknya menanyakan terlebih dahulu daging se'i yang disajikan. Di sana kebanyakan daging se'i yang diolah merupakan daging babi.

Bagi kalian yang tertarik untuk mengolah daging se'i sesuai selera, bisa ditemukan di pusat oleh-oleh Ibu Soekiran yang dijual mentah atau daging beku yang telah diasapi. Di sana sang pemilik toko menjual hanya menjual daging sapi se'i asap beku yang dipasarkan per bungkus seberat setengah kilogram seharga Rp120 ribu.


Editor : Tuty Ocktaviany