Mudik sambil Lihat Tradisi Lampu Colok Sambut Idul Fitri di Pekanbaru

Vien Dimyati ยท Senin, 11 Juni 2018 - 18:00 WIB
Mudik sambil Lihat Tradisi Lampu Colok Sambut Idul Fitri di Pekanbaru

Tradisi lampu colok sambut tradisi Lebaran (Foto: Hertaviradian)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak tradisi unik yang dilakukan berbagai daerah dalam menyambut perayaan Idul Fitri. Salah satunya dengan menyalakan ribuan lampu yang terbuat dari botol bekas, diberi sumbu dan minyak tanah.

Tradisi unik yang sudah membudaya ini masih dilakukan di Pekanbaru, Riau. Biasanya lampu-lampu bambu ini dipasang pada rangka kayu yang sudah didesain dengan berbagai macam bentuk. Ini menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan di beberapa daerah. Lantas, seperti apa tradisi Lampu Colok ini?

"Assalamualaikum dan selamat sore pekanbarukulinersss saat menunggu berbuka puasa yahh. Untuk informasi kamu semua pada tanggal 10 Juni 2018 sampai dengan 12 Juni 2018, di Jln Cut Nyak Din Kota Pekanbaru diadakan Festival Lampu Colok. Kurang lebih ada delapan tiang colok yang dihias sedemikian rupa dan didirikan. Lampu ini akan menghiasi malam Ramadan di kota Pekanbaru. Lampu colok adalah lampu yang terbuat dari bambu/kaleng/botol kaca yang diberi sumbu dan diisi minyak tanah kemudian disulut. Lampu ini dihidupkan pada malam ke 27 hingga malam ke 30. Ini Merupakan salah satu tradisi menyambut bulan Syawal yang dilakukan masyarakat Nusantara," tulis Instagram @pekanbarukuliner, dikutip iNews.id, Senin (11/6/2018).

Masyarakat melayu di Riau dan Kepulauan Riau menyebut lampu ini dengan istilah colok. Masyarakat Gorontalo mengenal dengan istilah tumbilotohe dan Pontianak disebut dengan Keriang Bandong. Serupa namun tak sama, Lampu Colok menjadi penerang masyarakat saat menuju ke masjid pada zaman dahulu.

"Mari ramaikan Festival Lampu Colok Pekanbaru pada 10 hingga 12 Juni 2018 dan semoga menjadi event tahunan kota Pekanbaru dalam menyambut bulan Syawal," katanya.

Perlu diketahui Lampu Colok ini menjadi tradisi setiap tahun di akhir bulan Ramadan menyambut malam takbir dan Lebaran. Tradisi ini berawal dari keinginan masyarakat untuk memberikan penerangan pada Ramadan, sekaligus tradisi syiar Islam.

Keindahan Lampu Colok dihias dalam bentuk kubah masjid dan kaligrafi. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk ikut memeriahkan festival Lampu Colok ini?


Editor : Vien Dimyati