Pulang Kampung ke Padang, Intip Masjid Kuno Khas Persia-Minangkabau

Vien Dimyati · Selasa, 12 Juni 2018 - 13:37 WIB

Masjid Tertua Khas Persia-Minangkabau (Foto Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Sumatera Barat (Sumbar) memiliki banyak destinasi menakjubkan yang sayang jika dilewatkan. Pegunungan, danau, hingga pantai memiliki pesona masing-masing. Namun jika Anda saat ini memilih berlibur ke Sumbar, tidak ada salahnya melakukan wisata religi ke beberapa masjid bersejarah di sana.

Salah satu masjid yang dapat Anda kunjungi adalah Masjid Raya Koto Baru Solok Selatan. Masjid kuno ini dibangun pada 1922, namun pembangunannya benar-benar baru selesai pada 1933.

Meski terkenal sebagai masjid tertua, namun masjid ini tidak pernah dipugar secara besar-besaran, sehingga keasliannya masih tetap terjaga.

"Masjid ini berada di Kawasan Saribu Rumah Gadang Kabupaten Solok Selatan yang merupakan bangunan cagar budaya. Dibangun selama 10 tahun lamanya dari 1922-1933. Arsitekturnya sekilas mirip Masjid Rao-Rao di Kabupaten Tanah datar, perpaduan antara arsitektur dua benua Asia dan Eropa tepatnya Minangkabau dengan Persia dan Belanda," tulis Instagram @minangkabauheritage, dikutip Selasa (12/6/2018).

"Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama dan jadi daya tarik wisata religi terkenal di Kabupaten Solok Selatan."

Masjid Raya Koto Baru Solok Selatan terletak di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Bagi traveler yang berkunjung ke masjid ini, Anda akan takjub dengan kemegahannya. Sebab, perpaduan dari berbagai corak terlihat jelas pada arsitektur masjid, yaitu Persia dan Minangkabau.

Sama seperti bangunan masjid khas Minangkabau, atap masjid ini terdiri dari beberapa tingkatan yang sedikit cekung. Hanya saja di tingkatan atap teratas, terdapat ruang berbentuk persegi dengan empat atap bergonjong mengarah empat penjuru mata angin yang dilengkapi dengan mustaka di bagian tengahnya.

 


Editor : Vien Dimyati

KOMENTAR