Mudik ke Pacitan, Jelajahi Sungai Cokel yang Mirip Amazon di Amerika

Vien Dimyati · Rabu, 13 Juni 2018 - 16:10 WIB

Jelajahi Sungai Cokel di Pacitan (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Beberapa tahun belakangan ini, pariwisata Pacitan sedang hits di kalangan traveler. Mulai dari wisata pantai, gua, hingga museum, memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan.

Jika Anda mudik ke Pacitan, tidak ada salahnya menjelajahi beberapa destinasi yang menakjubkan di Pacitan. Salah satu destinasi yang dapat Anda kunjungi adalah Sungai Cokel yang menurut masyarakat, mirip dengan sungai terpanjang kedua dunia, Amazon di Amerika Selatan.

"Sungai Amazon juga ada di Indonesia. Namanya Sungai Cokel, terletak di Pacitan Jawa Timur," tulis Instagram @reynaldreyn, Rabu (13/6/2018).

Sungai Cokel merupakan daya tarik wisata alternatif jelajah sungai di Pacitan. Aliran sungai ini bermuara ke Pantai Watukarung yang dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan tradisional.

Sungai ini memiliki pemandangan yang cukup indah di sepanjang aliran sungai. Di sekeliling sungai terdapat banyak pohon kelapa dan hutan yang lebat. Ini yang membuat sungai ini disebut-sebut mirip dengan Sungai Amazon.

Sungai ini memiliki karakter air yang berwarna hijau jernih dan selalu sama sepanjang tahun, meski sedang musim penghujan. Air Sungai Cokel tidak akan keruh karena kondisi lingkungan yang masih alami.

Pengunjung dapat menikmati keindahan Sungai Cokel dengan menyewa perahu nelayan berkeliling dan menyusuri aliran sungai.

Sambil menjelajah, pengunjung akan dihibur dengan angin sepoi-sepoi, pemandangan pohon kelapa di sepanjang aliran sungai, dan jernihnya sungai.

Tempat penyewaan perahu dapat Anda dapatkan di gubug-gubug tepi aliran sungai. Di sini juga ada warung penjaja makanan dan minuman.

Selain jelajah menggunakan perahu, pengunjung dapat mencoba berjalan di atas sungai dengan mendayung sebuah papan yang disebut Stand-Up Paddle Board (SUP). Pengunjung akan berdiri dan mendayung di atas papan tersebut dan dapat menikmati semua panorama sungai.


Editor : Vien Dimyati

KOMENTAR