Selain Istiqlal, Ini 4 Masjid Tertua yang Bisa Didatangi saat Takbiran

Siska Permata Sari · Kamis, 14 Juni 2018 - 14:39 WIB

Takbiran di masjid tertua di Jakarta (Foto: Civilita)

JAKARTA, iNews.id - Malam Takbiran menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan yang akan pergi meninggalkan kita. Di momen ini, biasanya sebagian besar masyarakat Muslim menghabiskan waktunya untuk mengingat Allah, melantunkan puji-pujian agung pada Allah, dan berdzikir di masjid-masjid terdekat.

Namun, jika Anda menginginkan suasana yang berbeda dalam Malam Takbiran kali ini, Anda bisa mengunjungi sejumlah masjid bersejarah dan tertua di Kota Jakarta. Sembari mengingat kebesaran Allah, momen ini juga bisa menjadi perjalanan rohaniyah sebelum mencapai Hari Raya Idul Fitri.

Berikut deretan masjid bersejarah di Jakarta, seperti dirangkum iNews.id, Kamis (14/6/2018).

Masjid Istiqlal

Bukan rahasia umum lagi jika masjid ini menjadi salah satu ikon di Jakarta. Bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi masjid ini juga menyimpan nilai sejarah yang besar. Sebab, ide pembangunan masjid ini tercetus setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno pun cukup aktif dalam pembangunan Masjid Istiqlal. Didirikan sejak 1978, masjid yang didesain oleh Frederich Silaban ini bergaya arsitektur internasional dengan daya tampung 200.000 jama'ah.

Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa adalah salah satu masjid yang terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa. Masjid satu ini menjadi bersejarah sebab sudah selesai didirikan sejak tahun 1970-an. Uniknya, lewat tangan arsitek Abbas, masjid ini memiliki gaya arsitektur dan interior yang berbeda. Tak seperti masjid kebanyakan, Masjid Agung Sunda Kelapa tak memiliki kubah, bedug, bintang-bulan, dan sederet simbol yang biasa terdapat dalam sebuah masjid. Bangunan ini juga memiliki menara unik berbentuk mirip perahu sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa, tempat saudagar muslim berdagang dan menyebarkan syariat Islam pada masa lalu.

Masjid Cut Meutia

Masjid yang terletak di Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, ini merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah zaman penjajahan kolonial Belanda. Memiliki gaya arsitektur yang unik, ternyata Masjid Cut Meutia dulunya dipakai sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang. Pada tahun 1987, barulah bangunan masjid ini diresmikan sebagai masjid oleh Gubernur Jakarta masa itu, Ali Sadikin.

Masjid Al-Anshor

Nama masjid ini mungkin jarang terdengar di telinga. Tetapi tahukah Anda jika Masjid Al-Anshor yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, adalah masjid tertua di DKI Jakarta. Masjid ini, telah tercatat keberadaannya sejak 1648, yang merupakan peninggalan orang-orang Moor di Jakarta. Sampai saat ini, bangunan masjid sederhana ini masih ada dan menyatu dengan rumah-rumah di kawasan Tambora.

Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-Azhar adalah sebuah masjid yang terletak di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bangunan ini didirikan sejak 1958 oleh usaha 14 tokoh Masyumi untuk memiliki sebuah masjid utama di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid ini juga dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta. Selain itu, masjid ini dijadikan cagar budaya nasional per 19 Agustus 1993.


Editor : Vien Dimyati

KOMENTAR