Selain Wisata Alam, Sport Tourism Bintan Jadi Primadona Turis Asing

Vien Dimyati · Rabu, 11 Juli 2018 - 17:30 WIB

Bintan punya daya tarik yang diminati turis. (Foto: Angsana)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Kepulauan Riau belum lengkap tanpa mengunjungi Pulau Bintan. Pulau indah ini memiliki banyak destinasi menakjubkan, mulai dari pantai, alam, hingga pengunungannya memikat wisatawan lokal dan asing.

Bahkan, sport tourism Pulau Bintan menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara (wisman). Hal tersebut terlihat dari antusias turis asing yang turut aktif mengikuti event Ironman 70.3 Bintan. Ironman 70.3 merupakan ajang olahraga ‘manusia super’. Event ini akan digelar di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu dan Minggu 18-19 Agustus 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, event Ironman 70.3 Bintan sangat terkenal, sehingga mampu memikat turis asing. Kemenpar memang menetapkan Bintan sebagai daerah sport tourism kedua di Indonesia, selain Sumatera Selatan.

"Kemenpar memiliki daftar Top Calendar of Even (CoE), salah satunya Bintan. Ada tiga event, untuk Ironman masuk dalam Top 10. Di Indonesia ada dua daerah yang ditetapkan sebagai sport tourism, yaitu Sumsel dan Bintan. Di Bintan, turisnya ikut aktif menjadi peserta," ujar Menpar Arief Yahya, Kantor Kemenpar, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menpar menjelaskan, penyelenggaraan Ironman 70.3 di Bintan membawa dampak langsung pada peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia. Tahun ini ditargetkan 17 juta wisman, di mana sekitar tiga juta wisman diproyeksikan akan masuk melalui Great Batam/Bintan.

Menurut Menpar, ada dua impact dalam event internasional ini, direct impact dan indirect impact. Direct impact yakni kedatangan wisman sebagai peserta dan para supporter-nya yang akan membelanjakan dolarnya di Bintan. Sedangkan indirect impact berupa pemberitaan yang luas ke mancanegara atau sebagai media value.

“Gencarnya pemberitaan semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” kata Menpar Arief.

Kadispar Pulau Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan, negara yang mengikuti ajang Ironman semakin meningkat. Pada penyelenggaraan 2016 diikuti 1.200 atlet dari 50 negara, sedangkan tahun ini menargetkan 1.300 peserta (1.000 peserta Ironman 70.3 dan 300 Ironkids fun run) dengan 59 persen peserta dari Singapura, Australia (11 persen), Hong Kong (empat persen), Malaysia, Amerika Serikat, Jepang masing-masing dua persen, negara lain 10 persen, dan Indonesia 10 persen.

"Pendaftaran peserta semakin bertambah. Bahkan, kini kami batasi sampai 1.500 peserta yang mendaftar," kata Luki.

Seperti diketahui, Bintan memiliki keunggulan berupa daya tarik alam (nature) seperti pantai berpasir putih, taman laut, dan hutan tropis yang dilengkapi dengan fasilitas infrastruktur kelas dunia. Selain itu, lokasinya yang dekat dengan Singapura, hanya 45 menit menggunakan kapal ferry, menjadikan Bintan sebagai salah satu destinasi wisata andalan dalam mencetak wisman dalam mendukung target nasional tahun ini sebesar 17 juta wisman.

“Pertumbuhan pariwisata Great Batam/Bintan selama periode Januari-Mei 2018 sebesar 11,01 persen,” kata Menpar.

Secara kumulatif Januari-Mei 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 6,17 juta atau tumbuh 11,98 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama 2017 berjumlah 5,51 juta kunjungan.

Penyelenggaraan Ironman 70,3 Bintan 2018, menurut CEO MetaSport Nathalie Marquet, banyak menarik minat atlet dari banyak negara, termasuk atlet dunia.

Ironman 70.3 Bintan dijadikan sebagai ajang kualifikasi Ironman Dunia sebelum mencapai Ironman World Champion yang akan berlangsung di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan, 1-2 September 2018.

Kompetisi Ironman 2018 akan dipusatkan di Plaza Lagoi sebagai pusat pengembangan pariwisata yang berada di Teluk Lagoi, kawasan Bintan Resorts.

Para atlet Ironman 70.3 akan memulai dengan berenang sejauh 1,2 mil (1,9 km) di air yang tenang dan jernih dengan pemandangan dasar laut yang indah, kemudian dilanjutkan dengan bersepeda di jalanan Bintan yang mulus dan lebar sepanjang 56 mil (90 km) serta diakhiri dengan lomba lari dalam tiga lap sejauh 21 km.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR