Destinasi Wisata Maros Sulsel Potensi Jadi Geopark Kelas Dunia

Vien Dimyati ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 13:01 WIB
Destinasi Wisata Maros Sulsel Potensi Jadi Geopark Kelas Dunia

Maros Sulsel Potensi Jadi Geopark Kelas Dunia (Foto: Wisatalengkap)

JAKARTA, iNews.id - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki berbagai macam destinasi menakjubkan yang dapat memikat wisatawan lokal dan asing. Salah satu destinasi yang terkenal di Sulsel saat ini adalah Maros yang lokasinya tak jauh dari Makassar.

Maros terkenal memiliki keindahan alam dan warisan kuliner, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata Taman Bumi (Geopark) kelas dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sulawesi Selatan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata Geopark kelas dunia. Tahap awal pemerintah (Kemenpar) akan membantu mengajukan prosoal Geopark di Kabupaten Maros ke UNESCO agar ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2019.

"Tahun ini proposal Geopark Maros kita ajukan ke UNESCO. Diharapkan tahun depan Geopark nasional ini akan menjadi UGG atau Geopark kelas dunia,” kata Menpar Arief saat launching Calender of Event Sulawesi Selatan 2018, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia saat ini mempunyai empat Geopark UGG, yaitu Ciletuh, Gunung Sewu, Gunung Batur, dan Gunung Rinjani dan tujuh Geopark Nasional Kaldera Toba, Merangin, Belitong, Bojonegoro, Tambora, Maros Pangkep, dan Raja Ampat.

“Indonesia mempunyai potensi sekitar 80 geopark, sebagian besar berada di wilayah Sulsel. Dengan dijadikan Geopark Maros sebagai UGG, diharapkan akan memicu geopark di tempat lainnya,” kata Arief Yahya.

Menpar menambahkan, pengelolaan destinasi Geopark relatif mudah karena melibatkan masyarakat setempat, begitu pula dalam mempromosikan, karena memiliki banyak atraksi yang menarik wisatawan.

Menpar memberi perbandingan, Geopark Sewu Pacitan hingga Geopark Gunung Kidul Yogyakarta setiap tahun dikunjungi tidak kurang dari empat juta wisatawan.

"Begitu pula Geopark Super Volcano Toba setelah gencar kita promosikan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke sana naik 300 persen dan PAD di Kabupaten Samosir naik hingga 82 persen begitu juga PAD Simalungun naik 90 persen,” kata Arief Yahya.

Dalam mengembangkan destinasi Geopark kelas dunia, Indonesia juga mem-benchmarking dengan geopark China yang kini mempunyai 140 geopark nasional, 37 geopark di antaranya sudah menjadi destinasi geopark kelas dunia atau UGG.

"Dari 37 geopark UGG ini, pariwisata China setiap tahun mendapat pemasukan sekitar Rp100 triliun. Kita ingin mencontoh China dalam mengembangkan destinasi UGG,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulsel H. Tautoto Tana Ranggina mengatakan, pariwisata menjadi sektor andalan dalam mengembangkan Sulsel. “Namun dalam mengembangkan sektor pariwisata, Pemprov Sulsel masih dihadapkan kendala utamanya antara lain infrastruktur ke objek-objek wisata,” katanya.

Provinsi Sulsel tahun ini memiliki tiga event unggulan yang masuk dalam 100 Wonderful Event Indonesia 2018, yakni Eight Festival (F8), Lovely December, dan Festival Phinisi. Ketiga event ini diharapkan akan mendorong meningkatnya kunjungan wisman ke Sulsel yang tahun ini ditargetkan 250.000 wisman.
Eight Festival (F8) akan berlangsung di Pantai Losari, Makassar pada 6-10 September 2018, sedangkan Festival Phinisi 2018 akan berlangsung di Kabupaten Bulukumba pada 13-16 September 2018, dan Festival Lovely Toraja 2018 akan berlangsung di Kota Makale pada 28-29 Desember 2018. 

 


Editor : Vien Dimyati