Industri Pariwisata Pastikan Bali-Lombok Kondusif, Turis Bisa Wisata

Vien Dimyati ยท Senin, 06 Agustus 2018 - 13:35 WIB
Industri Pariwisata Pastikan Bali-Lombok Kondusif, Turis Bisa Wisata

Pariwisata Bali (Foto: Ist)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR), diikuti oleh serangkaian gempa susulan, mengguncang Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB). Getaran juga dirasakan hingga Bali dan beberapa bagian di Jawa Timur. Meski terjadi kepanikan, kini Lombok dan Bali dalam keadaan kondusif. Hal tersebut telah diumumkan oleh industri pariwisata di Bali.

Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat, pemangku kepentingan pariwisata dan badan penanggulangan bencana menyatakan, tidak ada wisatawan yang terluka atau terkena dampak gempa.

Meskipun mengalami kerusakan kecil, Bandara Internasional Lombok (Lombok) dan Bandara Internasional Ngurah Rai (Bali) beroperasi secara normal. Peringatan dini tsunami telah dicabut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) pukul 20.25 Waktu Indonesia Barat.

Wisatawan diminta tetap tenang dan waspada, mengikuti instruksi pemerintah, dan terus memperbarui informasi hanya dari sumber resmi seperti @infoBMKG dan @BNPB_Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi dari industri pariwisata di Bali menyatakan, Bali tetap relatif aman meskipun berdampak pada dua pusat perbelanjaan dan katedral di Denpasar dan Kuta. Bahkan peringatan tsunami telah dicabut meskipun seismolog terus memantau potensi ancaman tsunami.

"Bandara Internasional Ngurah Rai Bali beroperasi seperti biasa. Ada kerusakan kecil yang dilaporkan tetapi infrastruktur utama, termasuk landasan pacu, taxiway, dan apron, tetap utuh. Tidak ada turis yang terkena dampak gempa," ujar keterangan tersebut.

Pihak berwenang terus memantau perluasan kerusakan akibat gempa. Turis dan penduduk diminta untuk tetap tenang dan tidak panik - Bali tetap aman bagi wisatawan dan pengunjung.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta dan mengimbau kepada seluruh pimpinan Foreign Airlines untuk mengedepankan pelayanan penumpang. Permudah dan percepat buat wisman yang hendak mengubah rencana perjalanan atau rerouting maupun ticket reissuance. “Mohon dibantu sepenuhnya dan tidak mengenakan penalti,” ungkap Arief Yahya.

Mengapa? “Para traveler ini harus mengubah schedule bukan karena rencananya. Tetapi situasi bencana, sehingga harus terbang lebih awal dari rencana. Situasinya mirip dengan hotel di hari pertama,” ujarnya.

Beberapa airlines nasional juga sudah menyiapkan extra flights, posisinya stand by. Ketika dibutuhkan, Garuda Indonesia sudah mencadangkan 4-6 extraflights. “Kami terus memantau permintaan dan peningkatan traffic menuju Jakarta maupun mancanegara,” tambah Judi Rifajantoro Stafsus Menpar Bidang Akses dan Infrastruktur.

“Bandara LOP Lombok Praya atau Lombok International Airport juga terus melakukan pelayanan prima. Bahkan kali ini LOP buka 24 jam penuh untuk mengantisipasi jika harus menambah ekstra pesawat ke mancanegara,” kata Robert Waloni, Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Akses dan Infrastruktur.

 


Editor : Vien Dimyati