Wisata Tapanuli, Singgah Lewati Batu Lubang yang Miliki Kisah Mistis

Vien Dimyati ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 14:41 WIB
Wisata Tapanuli, Singgah Lewati Batu Lubang yang Miliki Kisah Mistis

Wisata Tapanuli melewati Batu Lubang yang bersejarah (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Wisata di Sumatera Utara atau tepatnya di Tapanuli Tengah, traveler akan terpana dengan pemandangan indah alam yang menakjubkan. Salah satu objek wisata yang menjadi favorit wisatawan adalah Air Terjun Batu Lubang.

Tempat wisata yang berada di Desa Simaninggir di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Air terjun ini terkenal dengan kejernihan air yang mengalir di atas terowongan Batu Lubang.

Jika traveler berada di air terjun ini, tidak ada salahnya mengenal lebih jauh mengenai kisah sejarah terowongan terpendek bernama Batu Lubang yang memiliki kisah haru.

"Terowongan Batu Lubang dibangun pada masa kolonial Belanda antara 1900 - 1930 dengan melibatkan rakyat Tapanuli (khususnya warga Sibolga dan Tapanuli Tengah) serta pejuang-pejuang kemerdekaan yang menjadi tawanan Belanda masa itu. Tujuan pembukaan Batu Lubang ini adalah untuk mempermudah sarana transportasi menuju Tarutung sekaligus juga untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi dari tanah Batak dan penumpasan laskar atau pejuang kemerdekaan Indonesia. Maka rakyat dan pejuang saat itu dipaksa bekerja (kerja Rodi) untuk membuka jalan dan Batu Lubang tersebut. Konon ceritanya banyak darah tertumpah atau rakyat yang menjadi korban dari pekerjaan pembukaan jalan dan Batu Lubang itu, terutama pada pembukaan jalan pada terowongan," tulis Instagram @indoflashlight, dikutip Sabtu (11/8/2018).

Batu Lubang ini merupakan terowongan yang dikerjakan Belanda, tepatnya pada 1930. Tujuannya untuk melancarkan transportasi yang akan menuju ke Tarutung. Namun dalam pengerjaannya pasukan Belanda melakukan kerja paksa kepada rakyat pribumi Indonesia.

Saat itu, masyarakat pribumi memahat bukit menjadi terowongan sedikit demi sedikit hingga menembus perbukitan. Namun, belum juga usai pengerjaan, Jepang menyerang Belanda dan menjajah Indonesia. Melalui kerja paksa dari Jepang banyak para pekerja meninggal karena kekejaman para penjajah.

Hal inilah, yang menjadikan Batu Lubang ini terkenal mistis hingga sekarang. Kisah Batu Lubang ini pun penuh dengan kisah sedih. Bagi traveler yang ingin mengenal dan melihat terowongan Batu Lubang ini, cukup melakukan perjalanan dari Sibolga menuju Tarutung dengan jarak tempuh 7 km. Saat melintasi Batu Lubang, rasakan sensasi berkendara di dalam perut bukit di Tapanuli.

Suasananya terasa mistis, ada aroma lembap di area terowongan. Tidak sedikit mereka yang melintasi terowongan membunyikan klakson.

Ada dua Batu Lubang di perbukitan ini yang memiliki jarak 70 meter. Batu Lubang pertama memiliki panjang 10 meter dengan jalan menikung. Batu Lubang kedua cukup tinggi bahkan bisa dilewati oleh truk besar. Batu Lubang kedua lebih pendek dari yang pertama, hanya delapan meter.

Pemandangan paling menarik dari dua Batu Lubang ini adalah air terjun yang mengalir sangat jernih berada tepat di atas Batu Lubang. Bagaimana, apakah Anda penasaran untuk melintasi Batu Lubang di Tapanuli Tengah?


Editor : Vien Dimyati