Wisata Budaya di Bogor, Telusuri Kampung Tua Legendaris Sindangbarang

Vien Dimyati ยท Senin, 10 September 2018 - 09:25 WIB
Wisata Budaya di Bogor, Telusuri Kampung Tua Legendaris Sindangbarang

Kampung adat Sindangbarang Bogor (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Sebagai kota yang terletak di dataran tinggi, Bogor memiliki banyak destinasi wisata menakjubkan untuk dijelajahi. Mulai dari pegunungan, bukit, danau, hingga air terjun cantik, dapat menggoda wisatawan yang berwisata ke Bogor.

Ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi wisata, cobalah untuk menengok objek wisata yang berbeda dari biasanya. Anda dapat mengunjungi kampung adat tertua di kota hujan ini, yaitu Sindangbarang di Ciapus, Tamansari.

Kampung tertua ini diperkirakan sudah ada sejak abad 12. Saat itu, kampung ini dihuni oleh Kerajaan Sunda, Prabu Siliwangi. Konon, kampung adat ini dulunya merupakan tempat berlatih para ksatria kerajaan. Bahkan, Anda dapat melihat situs purbakala peninggalan Kerajaan Sunda ketika melakukan trekking melewati persawahan dan sungai.

"Kampung Budaya Sindangbarang di daerah Ciapus, Tamansari ini kabarnya sedang dalam kesulitan. Pengelola sempat mewacanakan untuk menjual kepada pihak lain dikarenakan biaya pemeliharaannya yang sulit ditanggung. Sementara, pemasukan yang ada tidak memadai. Mungkin kita bisa membantu dengan sering ajak teman untuk datang ke tempat ini. Di sini kultur budaya Sunda Bogor bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari," tulis Instagram, @VisitBogor, dikutip Senin (10/9/2018).

Kampung Budaya Sindangbarang terletak di Jl. Endang Sumawijaya, Sindang Barang, Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih, Kabupaten Bogor. Kampung kuno ini berbentuk perkampungan yang masih teguh memegang adat dan tradisi. Bentuk bangunannya kental dengan nuansa Sunda.

Traveler yang memasuki perkampungan ini, akan menyaksikan Imah Gede, bangunan adat yang difungsikan sebagai tempat berkumpul, bermusyawarah para tetua adat.

Selain Imah Gede, Anda juga akan disajikan dengan pemandangan ruma tradisional Sunda yang difungsikan sebagai lumbung padi, dengan ukuran rumah lebih kecil, tanpa pintu dan memiliki jendela di atasnya.

Tak jauh dari lumbung padi, Anda akan melihat Bale Pesanggrahan yang biasa digunakan tamu kehormatan untuk menginap. Selain rumah adat, ada juga pusat pelestarian kesenian. Tak hanya dapat melihat keunikan bangunannya. Anda juga akan disajikan dengan pemandangan Gunung Salak yang indah dan udara sejuk khas pegunungan.

 


Editor : Vien Dimyati