Festival Pesona Lokal, Warga Solo Raya Ditantang Mengolah Tengkleng

Tuty Ocktaviany ยท Minggu, 09 September 2018 - 06:21 WIB
Festival Pesona Lokal, Warga Solo Raya Ditantang Mengolah Tengkleng

Lezatnya tengkleng kambing. (Foto: Okezone)

KARANGANYAR, iNews.id – Ada yang menarik di acara Festival Pesona Lokal (FPL) Solo Raya, Minggu (9/9/2018). Tidak hanya parade karnaval budaya, tetapi ada lomba mural dan kreasi masakan khas daerah.

Setelah sukses di Bandung, Festival Pesona Lokal hadir di Solo Raya. Menariknya, acara ini berpotensi menarik wisatawan untuk melihat potensi budaya, pariwisata, dan kearifan lokal di daerah tersebut.

Untuk menarik wisatawan untuk datang ke lokasi acara, beragam acara dihadirkan. Baik parade karnaval budaya, lomba mural, lomba kreasi masakan daerah, hingga hiburan yang menghadirkan bintang tamu penyanyi papan atas ibu kota.

“Peserta Festival Pesona Lokal kami targetkan 5.000 orang. Jumat kemarin, jumlah pesertanya sudah mencapai 4.300. Pesertanya biasanya membawa keluarga, jadi jumlahnya bisa melebihi target,” tutur kata Head of Media Communications Adira Finance Adella Usman kepada iNews.id di lokasi acara De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu 8 September 2018.

Peserta yang berpartisipasi, dikelompokkan dalam tiga kategori. Peserta parade karnaval budaya, lomba mural, dan kreasi masakan daerah.

“Untuk lomba kreasi masakan daerah, sangat menarik. Untuk Festival Pesona Lokal Solo Raya mengusung tema Tengkleng,” katanya.

Menurutnya, tengkleng menjadi salah satu makanan terkenal di Solo Raya. Ini yang menjadi tantangan peserta untuk berkreasi mengolah masakan tengkleng yang super enak.

“Bahannya memang sama, namun tantangannya peserta bisa menciptakan kuah tengkleng yang enak. Biasanya, setiap orang mempunyai resep khusus membuat tengkleng,” ujarnya.

Untuk mengetahui seperti apa lomba kreasi masakan tengkleng di FPL Solo Raya, jangan lupa datang di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah. Acara ini merupakan kerja sama antara Adira Finance, iNews, dan Kementerian Pariwisata.


Editor : Tuty Ocktaviany