Wisata Ranu Kumbolo Bromo lewat Tanjakan Cinta yang Penuh Misteri

Vien Dimyati ยท Senin, 10 September 2018 - 15:09 WIB
Wisata Ranu Kumbolo Bromo lewat Tanjakan Cinta yang Penuh Misteri

Serunya wisata Ranu Kumbolo Bromo. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum lengkap tanpa mengunjungi Danau Ranu Kumbolo. Danau ini menjadi tempat pemberhentian bagi para pendaki Gunung Semeru.

Berada di danau ini, traveler akan takjub dengan keindahannya. Bahkan, tak sedikit traveler yang bermalam di pinggir danau ini dengan mendirikan tenda. Ketika pagi, Anda akan melihat pemandangan matahari terbit di antara dua bukit yang mengelilingi Ranu Kumbolo. Saat malam, Anda akan melihat gugusan bintang yang memancarkan sinar.

Berwisata sambil berkemah di Ranu Kumbolo, jangan lewatkan untuk menjelajahi tanjakan cinta yang berada di sebelah barat Ranu Kumbolo. Tanjakan ini merupakan jalur perbukitan untuk menuju puncak gunung. Tanjakan ini menyimpan mitos, yaitu siapa saja yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa menoleh ke belakang akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Tetapi jika Anda menoleh ke belakang, akan berakhir putus cinta.

Mitos ini berkembang dari kisah seorang pasangan yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat sang laki-laki sedang asyik berjalan sambil berfoto, pasangan perempuannya yang berjalan di belakangnya ternyata kelelahan dan tiba-tiba pingsan. Naasnya, perempuan tersebut jatuh terguling hingga akhirnya tewas.

Karena itu, banyak pendaki yang percaya pada mitos ini. Mendaki tanjakan ini juga bisa menguji ketahanan tubuh. Kemiringannya yang mencapai 45 derajat dapat menguras tenaga.

"Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki diimbau untuk tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta! Legenda bermain di sini. Konon, ada dua sejoli yang sudah bertunangan mendaki Gunung Semeru. Saat lewat tanjakan ini, sang pria jalan lebih dulu dan tiba di atas bukit tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Namun sang perempuan keletihan, jatuh terguling, kemudian meninggal dunia," tulis Instagram @Indonesiantrekker, dikutip Senin (10/8/2018).

"Itulah kenapa, mitos yang beredar, pendaki yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, akan berjodoh dan cintanya akan abadi. Sebaliknya, kalau di tengah jalan ia menoleh ke belakang, hubungan percintaan konon akan putus. Percaya tidak percaya, namun banyak pendaki yang mencoba jurus ini untuk menguji ketahanan diri sendiri. Tanjakan Cinta memang cukup melelahkan, dan tampaknya sulit untuk tidak menoleh ke belakang karena Ranu Kumbolo terbentang cantik di sana. Namun begitu melewati Tanjakan Cinta dan tiba di atas bukit, rasa penasaran dijamin terbayar sudah. Ranu Kumbolo terbentang indah, tampak sangat cantik dari ketinggian. Pepohonan hijau yang mengelilinginya sangat menyejukkan mata."

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 mdpl, Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Dengan debit air yang berlimpah, danau ini menjadi tempat berkumpul pendaki untuk berkemah.

Ranu Kumbolo berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk masuk ke kawasan ini, Anda cukup membayar Rp10.000 per orang dan Rp20.000 per tenda.

Ada dua alternatif untuk mencapai danau Ranu Kumbolo, pertama melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-Ayek. Jika Anda tertarik untuk berkemah di sini, harus memakai jaket tebal. Sebab saat malam hari, udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai lima derajat Celsius.


Editor : Tuty Ocktaviany