Demi Tampil Terbaik, Begini Kelas Training Pramugari Garuda Indonesia

Vien Dimyati ยท Senin, 10 September 2018 - 21:44 WIB
Demi Tampil Terbaik, Begini Kelas Training Pramugari Garuda Indonesia

Pelatihan Garuda Indonesia. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Cantik, anggun, dan berpenampilan elegan identik dengan pramugari pesawat. Namun siapa sangka di balik penampilannya, seorang pramugari harus menjalani pelatihan yang keras untuk tampil terbaik di hadapan penumpang. Salah satunya pramugari Garuda Indonesia.

Ya, semua itu perlu perjuangan dan waktu yang tidak sedikit untuk menjadi pramugari pesawat. Mereka harus menjalani pelatihan training seperti dry drill, wet drill, flight simulator, dan lainnya. Mulai dari pilot, pramugari, hingga flight operation officer ditempa untuk menjadi awak kokpit dan awak kabin yang profesional dan berkualitas.

Bertempat di Garuda Indonesia Training Center (GITC), Cengkareng Jakarta, seluruh calon pramugari dan pilot melakukan training. Lantas, seperti apa proses kelas training pramugari dan pilot Garuda Indonesia?

Senior Manager Flight Attendant Training GITC  Yonas P Sutedjo mengatakan, untuk menjadi pramugari dan pramugara Garuda Indonesia memang tidak mudah. Calon pramugari harus melewati beberapa tahapan training, seperti ground training dan flight training.

"Mereka harus menjalani pelatihan hingga lima bulan. Pelatihannya berupa cabine process, announcement dan service dialog. Ada juga pelatihan untuk berpenampilan menghadapi penumpang atau mengatasi situasi emergency," kata Yonas di GITC Cengkareng, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurut Yonas, para siswa ini akan ditempa selama lima bulan. Setelah itu, mereka akan langsung terbang hingga usia pensiun 36 tahun. Namun jika pekerjaannya bagus, mereka akan diperpanjang hingga usia 46 tahun. Saat ini terdapat 3.200 pramugari dan pramugara Garuda Indonesia yang tersebar seluruh Indonesia.

"Untuk siswa saat ini ada sekitar 300-400 siswa. Tahun depan kami menargetkan 500 siswa dari berbagai universitas," katanya.

Sementara itu, instruktur Sosial Grace GITC Desmayanti mengatakan, seorang pramugari harus memiliki perilaku yang baik. Di ruang sosial Grace, para siswa diajarkan etika dalam melayani penumpang.

"Bagaimana cara jalan, tersenyum, berpenampilan di depan penumpang, dan jongkok. Mereka juga harus tersenyum yang baik, jujur dan tulus.  Siswa ini juga diajarkan beauty class," kata Desmayanti.

Di ruang pool door trainer, Ridwan selaku instruktur lainnya mengatakan, siswa diajarkan bagaimana menghadapi emergency hingga melakukan penyelamatan. "Pramugari ini harus bisa mengevakuasi penumpang dalam waktu 90 detik. Apa pun kecelakaannya di darat atau laut harus bergerak cepat," ujarnya.                          


Editor : Tuty Ocktaviany