Menanti Danau Toba Menjadi Global Geopark, Kaldera Terluas di Dunia

Vien Dimyati ยท Kamis, 20 September 2018 - 13:05 WIB
Menanti Danau Toba Menjadi Global Geopark, Kaldera Terluas di Dunia

Keindahan Danau Toba (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Travelling ke Sumatera Utara (Sumut) belum lengkap tanpa mengunjungi Danau Toba, danau dengan kaldera terluas di dunia. Danau air tawar terbesar ini sedang menanti detik-detik diumumkannya sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Danau Toba menjadi bagian dari keseharian masyarakat Batak. Danau Toba yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas menjadi ‘Bali Baru’ telah mulai mengembangkan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenita) berkelas internasional.

Untuk atraksi, kata Menpar Arief Yahya, menggunakan global standard yaitu UNESCO Global Geopark (UGG) sebagai cultural values. “Danau Toba sudah memasukkan dossier dan sudah diassesment untuk menjadi salah satu UGG dan hasilnya nanti akan diumumkan di 2019,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta Rabu 19 September 2018.

Seperti diketahui UGG fokus pada tiga unsur utama, yaitu bio diversity, geo diversity, dan cultural diversity. Untuk bio diversity antara lain taman wisata Sipinsur, Taman Eden, anggrek Toba, Andaliman, Pora Pora, anggrek putih.

Sedangkan geo diversity antara lain Huta Ginjang, air terjun Sipiso Piso, air terjun Situmurun, Pusuk Buhit, Batu Basiha, serta Pulo Sibandang. Untuk cultural diversity di antaranya kain Ulos, tari Tortor, rumah adat tradisional Batak, Sigale Gale, Huda-Huda/Toping Toping (Simalungun), Pustaha Laklak, Mossak (Silat Batak), Hasapi, Gondang Batak, Sarune, Tulila, dan lainnya.


Editor : Vien Dimyati