Wisata Hits di Gresik, Danau Mini Sendang Banyu Biru Terlihat Eksotis

Vien Dimyati ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 06:02 WIB
Wisata Hits di Gresik, Danau Mini Sendang Banyu Biru Terlihat Eksotis

Indahnya Danau Mini Sendang Banyu Biru. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Berada di Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki banyak keindahan alam yang dapat memikat wisatawan berkunjung. Tak hanya pantai dan air terjunnya yang cantik. Gresik juga memiliki objek wisata danau mini yang disebut Sendang Banyu Biru yang terletak di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik. Objek wisata ini sedang hits di kalangan traveler.

Air di Danau Sendang Banyu Biru berasal dari mata air. Danau ini terkenal unik, karena airnya berwarna biru secara alami. Padahal di sekitarnya juga terdapat perairan berupa tambak-tambak, namun hanya air di Sendang Banyu Biru yang berwarna biru.

"Ini adalah Sendang Banyu Biru, bisa dibilang sendang ini unik, karena airnya yang berwarna biru secara alami. Gimana? ada yang sudah pernah ke sini, gimana warna airnya?," tulis Instagram @Gresiktourism, Kamis (11/10/2018).

Banyu Biru merupakan sendang alam yang sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang bisa menjelaskan asal warna biru air tersebut. Namun, airnya mengeluarkan bau belerang yang pekat. Bahkan, masyarakat menganggap belerang tersebut dapat berfungsi sebagai obat kulit.

Sebelum 2013, Banyu Biru masih sangat alami. Saat ini bagian pinggir danau telah dipercantik dengan tatanan batu bertingkat. Fungsinya untuk memudahkan pengunjung mendekati air, sekaligus sebagai tempat bersantai. Sama seperti destinasi lainnya, danau yang berdiameter 25 meter ini juga ramai dikunjungi saat akhir pekan.

Selain memiliki keunikan tersendiri, Sendang Banyu Biru juga memiliki cerita mistis yang berasal dari masyarakat lokal. Di sebelah barat sendang, terdapat pohon besar yang diyakini sebagai tempat tinggal penunggu Banyu Biru, warga menyebutnya dengan nama Mbah Banyu Biru. Karena keyakinan mistis inilah, warga sekitar selalu memberi sesaji berupa kembang kenongo sebagai persembahan kepada Mbah Banyu Biru.


Editor : Tuty Ocktaviany