Update Virus Korona Indonesia

Geser Inggris, Meksiko di Posisi Ke-3 Dunia Jumlah Korban Meninggal akibat Covid-19

Anton Suhartono ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:28 WIB
Geser Inggris, Meksiko di Posisi Ke-3 Dunia Jumlah Korban Meninggal akibat Covid-19

Meksiko menggeser Inggris sebagai negara dengan kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak ketiga di dunia (Foto: AFP)

MEXICO CITY, iNews.id - Meksiko menggeser Inggris sebagai negara dengan kasus kematian akibat virus corona terbanyak ketiga di dunia, Jumat (31/7/2020). Posisi Meksiko kini di bawah Amerika Serikat dan Brasil.

Berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins, Meksiko mengonfirmasi penambahan harian 688 korban meninggal dunia pada Jumat, sehingga total kasus kematian menjadi 46.688 orang dari total kasus infeksi 424.637 penderita.

AS dan Brasil masing-masing mencatat sekitar 152.000 dan 91.000 korban meninggal. Sementara itu Inggris mencatat 46.204 kasus kematian dengan total orang terinfeksi 304.793 penderita.

Para pejabat Meksiko mengakui total korban akibat pandemi kemungkinan jauh lebih besar ketimbang yang diungkap dalam angka resmi.

Para pakar menilai lonjakan kasus di Meksiko disebabkan pelonggaran aktivitas demi menghidupkan kembali perekonomian.

"Kami membuka (peguncian) saat kami belum siap," kata Rosa Maria del Angel, kepala Patogenesis Infeksi dan Molekul di Institut Politeknik Nasional Meksiko, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2020).

Sementara itu Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan negaranya tetap akan menggelar perayaan Hari Kemerdekaan di Zocalo Square, di Mexico City, pada 16 September.

"Kita selalu bisa keluar dalam menghadapi kesulitan, wabah, banjir, gempa bumi, pemerintahan yang buruk. Sekarang kita akan melanjutkannya," kata Lopez Obrador.

Meningkatnya jumlah kasus di Meksiko dan Brasil memperkuat status Amerika Latin sebagai salah satu pusat penyebaran virus. Kasus-kasus infeksi di wilayah tersebut meningkat dua kali lipat dalam sebulan terakhir, menjadi lebih dari 4,7 juta penderita terinfeksi.

Kolombia, meskipun memberlakukan lockdown sampai akhir Agustus, juga mengalami lonjakan kasus kematian, yakni telah menembus 10.000 orang hingga Jumat.


Editor : Anton Suhartono