Update Virus Korona Indonesia

Jenis Virus Corona di Beijing Lebih Ganas daripada Wuhan, Karantina Diperpanjang 28 Hari

Anton Suhartono · Selasa, 30 Juni 2020 - 13:07 WIB
Jenis Virus Corona di Beijing Lebih Ganas daripada Wuhan, Karantina Diperpanjang 28 Hari

Masa karantina pasien Covid-19 di Beijing diperpanjang terkait temuan bahwa virus corona di sana lebih ganas dibandingkan Wuhan (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah Kota Beijing, China, memperpanjang masa karantina terhadap orang-orang yang terinfeksi virus corona, yakni dari 14 menjadi 28 hari.

Keputusan ini diambil terkait kekhawatiran ilmuwan bahwa virus corona yang ditemukan di Pasar Induk Xinfadi lebih ganas.

Pakar di Komisi Kesehatan Nasional China, Shi Guoqing, mengatakan, mayoritas orang yang dikarantina di Beijing merupakan pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing.  Mereka dikategorikan dalam kelompok risiko tinggi Covid-19.

Shi mengungkapkan beberapa dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga sulit untuk menilai, apakah mereka tertular virus hanya dengan mengamati gejalanya.

Selain itu, beberapa yang terinfeksi memiliki hasil tes asam nukleat negatif dan tidak ada kelainan yang ditemukan selama 14 hari. Dengan demikian, periode tersebut tidak cukup untuk mengonfirmasi kondisi sebenarnya.

Menurut Shi, ada kemungkinan orang-orang tersebut akan menyebarkan virus kepada orang lain jika bebas berkeliaran.

Wakil Kepala Distrik Fengtai, Chu Junwei, mengatakan perpanjangan karantina juga diberlakukan kepadaa orang yang pernah menjalin kontak langsung dengan pedagang daging sapi dan kambing di Pasar Xinfadi.

Shi mencatat 33,8 persen kasus positif di Beijing terkait dengan para pekerja di lapak daging sapi dan daging kambing, sedangkan 20,5 persen lainnya merupakan para pengunjung.

Komisi Kesehatan Kota Beijing juga mengumumkan bahwa inang virus corona itu diyakini impor dari Eropa pada awal Maret, kemudian mengarah ke Amerika Selatan dan berakhir di China oleh manusia atau daging impor sehingga terjadilah wabah di Beijing.

Wakil Direktur Biologi Patogen Universitas Wuhan Yang Zhanqiu, dikutip dari Global Times, Selasa (30/6/2020), mengatakan, masa berjangkit wabah di Beijing sangat pendek dan semuanya berkaitan dengan Pasar Xinfadi.

Artinya, inang kasus di Beijing lebih ganas daripada yang pertama kali ditemukan di Wuhan. Hal yang dikhawatirkan, mungkin saja penyebarannya lebih dahsyat di Pasar Induk Xinfadi.

Sebagai tindakan antisipasi, perpanjangan masa karantina menjadi sangat penting. Pasalnya, selama ini orang merasa aman jika hasil tes asam nukleatnya negatif.


Editor : Anton Suhartono