Update Virus Korona Indonesia

KSPI Minta Pemerintah Tolak Usulan THR Dipotong Setengah

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 19:15 WIB
KSPI Minta Pemerintah Tolak Usulan THR Dipotong Setengah

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pemerintah menolak usulan pemotongan tunjangan hari raya (THR) dengan alasan wabah virus corona. Serikat buruh menilai, pemotongan THR bisa menekan daya beli buruh.

"KSPI meminta pemerintah tidak mengabulkan usulan pengusaha yang ingin memberikan THR hanya 50 persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, Kamis (26/3/2020).

Saat ini, kata Said, buruh juga tertekan akibat wabah corona. Di Jawa Barat, ada pabrik yang meliburkan buruhnya dengan hanya membayar 25 persen dari upah. Di Jawa Tengah, ada buruh yang hanya dibayar 50 persen padahal masih bekerja.

"Sedangkan di Jawa Timur, bahkan ada pengusaha yang tidak membayarkan upah buruh yang tidak bekerja karena mengaku tidak lagi memiliki uang," ucapnya.

Situasi ini, menurut Said, akan semakin parah apabila THR ikut dipotong. Kebutuhan buruh saat Ramadan dan Lebaran meningkat tajam.

"Apalagi kalau pemerintah mengabulkan membayar THR sebesar 50 persen, maka nasib buruh akan semakin terpuruk," ujarnya.

Said menyebut, pemotongan hak-hak buruh tidak sesuai karena masih bekerja. Terlebih, mereka terancam terinfeksi virus corona karena banyak perusahaan yang tidak secara ketat menerapkan physical distancing.

"Yang harus dilakukan adalah memberikan alat pelindung diri (APD) kepada buruh yang masih bekerja, misalnya berupa masker, hand sanitizer, ruang penyemprotan disinfektan ketika buruh memasuki perusahaan, hingga memberikan tambahan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah