Update Virus Korona Indonesia

Mujarab Sembuhkan Pasien Covid-19, Ini Harga Obat Remdesivir

Anton Suhartono ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 15:51 WIB
Mujarab Sembuhkan Pasien Covid-19, Ini Harga Obat Remdesivir

Remdesivir hanya akan dijual di AS sampai September 2020 (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Remdesivir, obat pertama yang terbukti efektif menangani pasien Covid-19, akan didistribusikan di Amerika Serikat (AS), di bawah perjanjian luar biasa antara produsen dengan pemerintah. Harga jualnya pun tak biasa.

Obat ini naik kelas begitu hasil pengujian terhadap pasien terinfeksi virus corona menunjukkan hasil positif.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) serta produsen obat Gilead Sciences sepakat remdesivir dijual kepada rumah sakit dengan harga 520 dolar AS atau sekitar Rp7,4 juta per botol atau 3.120 dolar, sekitar Rp44 juta, per sekali perawatan.

Sementara bagi pasien yang mendapat asuransi dari pemerintah, harga per botol 390 dolar dan per perawatan 2.340 dolar.

Obat ini hanya akan dijual di AS sampai September 2020, yang berarti pasien AS akan menerima hampir seluruh hasil produksi Gilead atau lebih dari 500.000 perawatan.

HHS dan otoritas kesehatan negara bagian telah mengalokasikan remdesivir ke rumah sakit pemerintah berdasarkan kebutuhan. Namun setelah September, HHS tidak berhak lagi menentukan ke mana obat dikirim.

"Ini merupakan kebijakan pertama AS. Akses untuk AS dijamin, tapi permintaan di seluruh dunia berpotensi melampaui pasokan," kata Rena Conti, ekonom perawatan kesehatan di Universitas Boston, dikutip dari The New York Times, Selasa (30/6/2020).

Remdesivir sejauh ini merupakan satu-satunya obat manjur untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19 yang dalam kondisi parah. Hasil uji klinis besar-besaran yang disponsori Institut Kesehatan Nasional (NIH), obat tersebut mampu mempersingkat waktu pemulihan rata-rata 4 hari, namun tak mengurangi risiko kematian.

Sementara itu CEO Gilead Daniel O'Day mengatakan, tak ada patokan mengenai penentuan harga obat tertentu, termasuk remdesivir. Dia tak bisa memastikan berapa harga obat sampai ke pasien.

"Tidak ada buku pedoman tentang cara menentukan harga obat barudi saat pandemi," kata O'Day.

Sejak keluar otorisasi darurat obat, Gilead telah menyumbang remdesivir ke banyak rumah sakit untuk membantu perawatan pasien Covid-19. Pengiriman terakhir dilakukan pada Senin (29/6/2020) dan seterusnya akan dikenakan harga.

Banyak pakar menilai, harga baru ini tidak mahal. Obat pasien terinfeksi virus corona lain masih dalam pengujian tahap akhir, dan harganya lebih mahal dibandingkan remdesivir.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan penggunaan dexamethasone bagi pasien Covid-19 yang dalam kondisi kritis.

Hasil uji coba klinis terhadap dexamethasone menunjukkan steroid tersebut mampu menyelamatkan nyawa pasien terinfeksi virus corona yang kritis.

Hasil uji coba menunjukkan, obat yang sudah digunakan sejak 1960-an ini mampu mengurangi potensi kematian hingga sepertiga pada pasien Covid-19 dalam kondisi parah.

Meskipun hasil studi masih pada tahap pendahuluan, para peneliti sudah merekomendasikan penggunaannya sebagai standar dalam menangani pasien Covid-19 kritis. Belum diketahui berapa harga pasti dexamethasone untuk penanganan Covid-19, namun harga umum obat radang sendi ini diyakini lebih murah dibandingkan remdesivir.


Editor : Anton Suhartono