Update Virus Korona Indonesia

Rusia Klaim Kumpulkan 55.000 Relawan Uji Klinis Sputnik V

Antara ยท Selasa, 15 September 2020 - 00:03 WIB
Rusia Klaim Kumpulkan 55.000 Relawan Uji Klinis Sputnik V

Vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, menuai kontroversi karena hanya melakukan uji skala kecil dalam tingkatan pengembangannya. (Foto: EPA)

MOSKOW, iNews.idRusia mengklaim telah mengumpulkan 55.000 relawan yang bersedia ikut serta dalam uji klinis vaksin Covid-19 buatan negeri beruang merah itu. Kabar tersebut diungkapkan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) selaku pengelola program pengembangan vaksin bernama Sputnik V itu.

“Dalam waktu dua pekan saja, 55.000 relawan telah berhasil direkrut di Moskow, lebih dari yang diperlukan, yakni sebanyak 40.000 untuk fase uji klinis Sputnik V setelah (vaksin ini) terdaftar,” kata Pemimpin Eksekutif RDIF, Kirill Dmitriev, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2020).

RDIF bersama Institut Gamaleya, lembaga penelitian vaksin Rusia, memulai proses uji klinis tahap III Sputnik V untuk mengkaji kemanjuran, kemunculan respons imun, serta keamanan vaksin tersebut dalam melawan virus corona sejak akhir Agustus lalu.

Pada 20 Agustus 2020, Wakil Direktur Kinerja Ilmiah Institut Gamaleya, dr Denis Logunov mengatakan, serangkaian uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin itu telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penggunaan vaksin tersebut menurut dia tanpa efek samping berarti.

“Terlepas dari hal itu, sertifikat izin ini mewajibkan kami untuk menjalankan uji klinis lanjutan yang lebih luas, dan tampaknya kami mempunyai protokol besar untuk 40.000 orang peserta,” kata Logunov ketika itu.

Rusia berulang kali meyakinkan bahwa vaksin Sputnik V yang dikembangkan dengan basis human adenovirus itu, sejauh ini, terbukti aman. “Lebih dari 250 uji coba klinis telah dilakukan dan lebih dari 75 publikasi internasional telah dikeluarkan untuk mengonfirmasi keamanan vaksin dan obat-obatan medis dari human adenovirus,” ungkap Dmitriev dalam pernyataan yang sama.

Walaupun demikian, sejumlah kalangan melontarkan kritik terhadap pengembangan Sputnik V, baik dari politisi maupun pakar kesehatan negara-negara lain. Mereka menyangsikan transparansi data hasil uji coba hingga jaminan keamanan vaksin corona tersebut.


Editor : Ahmad Islamy Jamil