Badan Pangan Nasional Sebut Kenaikan Harga Beras Tak Bisa Dihindari, Ini Penyebabnya

Advenia Elisabeth
Badan Pangan Nasional sebut kenaikan harga beras tak bisa dihindari, ini penyebabnya.

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, harga beras di dalam negeri naik tinggi. Salah satu penyebabnya naiknya harga pupuk. 

"Jadi memang tidak bisa dihindari kenaikan harga beras ini. Yang pertama karena memang fertilizer atau pupuk naik, yang kedua memang biaya tanam, berikutnya lagi memang ada (biaya) distribusi yang naik karena BBM naik," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/222).

Dia menuturkan, meski harga beras naik tapi permintaan tetap tinggi. Tercatat Bulog sudah mendistribusikan sebanyak 200.000 ton dari yang biasanya hanya 30.000 hingga 40.000 ton. 

"Bulog yang biasanya Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) hanya 30 sampai 40.000 ton, bulan lalu sudah terdistribusi 200.000 ton. Berikutnya lagi tetap akan mensupport market pasar," ujar Arief.  

Dia mengungkapkan, Bulog hari ini juga membeli beras di petani seharga Rp8.800 per kilogram (kg). Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp8.300 per kg. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Daftar Harga Pangan 17 Januari 2026: Beras-Gula Naik, Telur Ayam Turun

Nasional
7 hari lalu

Bapanas Ungkap Penyaluran 1,5 Juta Ton Beras SPHP Dimulai Februari 2026

Nasional
8 hari lalu

Harga Beras hingga Daging Sapi Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Nasional
12 hari lalu

Bulog Siapkan Kebijakan Beras Satu Harga untuk Tekan Ketimpangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal