Biodiesel Digenjot, Menko Luhut Prediksi Harga CPO Melesat

Rully Ramli
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus menggenjot kebijakan pencampuran minyak sawit (CPO) dan bahan bakar (biodiesel). Kebijakan tersebut dinilai bakal menggenjot harga CPO yang saat ini sedang lesu.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan, bauran CPO pada 2023 ditargetkan bisa mencapai 100 persen (B100). Jika ini benar-benar terealisasi maka harga CPO akan lebih stabil karena mayoritas diserap dari dalam negeri.

"Jadi nanti kita lihat kelapa sawit kita ini akan banyak kita gunakan sendiri, sehingga dengan demikian ekspor ke Eropa itu tidak jadi bergantung lagi, sehingga kita berharap harganya bisa 600-700 dolar AS," kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Pada perdagangan hari ini, harga CPO menguat 4,74 persen ke level 510,24 per metrik ton.

Selain membuat harga CPO naik dan lebih stabil, Luhut menyebut kebijakan biodiesel akan menekan impor migas. Campuran minyak sawit dalam hal ini FAME ke bahan bakar akan mengurangi impor BBM.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
15 hari lalu

BPS Sebut Implementasi B50 Bisa Pengaruhi Ekspor CPO di Semester II 2026

1 bulan lalu

Menkop Siapkan Skema agar Koperasi Petani Sawit Bisa Punya Pabrik CPO

1 bulan lalu

Mendag Bicara Kemungkinan Kenaikan Harga Minyakita, Kapan?

1 bulan lalu

Transisi ke BBM Baru B50 Berlangsung hingga September, Pertamina Salurkan Bertahap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal