LONDON, iNews.id - Perusahaan ritel pakaian asal Inggris, Debenhams mulai mempertimbangkan opsi bangkrut. Perusahaan yang berkantor pusat di London itu terpaksa menutup seluruh tokonya akibat virus korona.
Dilansir The Guardian, Minggu (5/4/2020), perusahaan yang mempekerjakan 22.000 orang itu belum genap satu tahun diselamatkan investor. Kini, Debenhams menghadapi masalah serupa, bahkan lebih pelik.
"Seperti perusahaan ritel lain, kami membuat rencana darurat untuk menghadapi situasi yang luar biasa saat ini. Pemilik dan kreditur masih mendukung bisnis kami dan keputusan apa pun yang akan diambil mempertimbangkan kondisi bisnis saat ini," kata juru bicara Debenhams.
Dia mengatakan, seluruh toko Debenhams di Inggris tutup sesuai kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah. "Website kami saat ini masih menerima pesanan, penjualan gift card, dan retur barang," ucapnya.
Sebagai informasi, Debenhams beberapa waktu lalu diambil alih oleh sekelompok investor, termasuk di dalamnya Silver Point dan Golden Tree asal AS.
Saat itu, private equity itu mencegah Debenhams jatuh dalam kebangkrutan. Upaya restrukturisasi keuangan dilakukan, termasuk menutup 22 toko yang membuat lebih dari 700 karyawan kehilangan pekerjaan.
Sejak Covid-19, Debenhams mengajukan pembebasan biaya sewa kepada pemilik lahan selama lima bulan. Perusahaan juga meminta penundaan pembayaran untuk pemasok barang.