JAKARTA, iNews.id - Maskapai Garuda Indonesia dikabarkan berjualan pewangi atau parfum untuk menutupi biaya operasional. Namun, kabar tersebut dibantah oleh perseroan.
"Itu palsu, lagi kita kejar," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (21/3/2021).
Di Instagram, sejumlah akun menjajakan parfum dengan mengatasnamakan Garuda Indonesia. Mereka menawarkan parfum dengan botol kemasan berlogo Garuda plus diskon.
Tak hanya di media sosial, parfum berlogo maskapai BUMN tersebut juga bertebaran di e-commerce. Parfum tersebut dijual dengan harga miring di bawah Rp10.000.
Garuda Indonesia menjadi salah satu BUMN yang kinerjanya tertekan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Garuda tengah menyiapkan aksi korporasi berupa penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp1 triliun yang diserap oleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Irfan berharap dana penerbitan OWK tersebut bisa segera cair, sehingga maskapai bisa kembali bangkit setelah vaksinasi Covid-19. Dana tersebut ditargetkan dicairkan pemerintah pada kuartal I-2021.
“Tentunya menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja sejalan dengan kinerja fundamental operasional perusahaan yang secara konsisten terus menunjukan pertumbuhan yang positif,” kata Irfan.