Harga Singkong di Lampung Terjun Bebas jadi Rp1.000 per Kg gegara Impor, Petani Menjerit

Aditya Pratama
Cahya Puteri Abdi Rabbi
Petani di Lampung melakukan aksi demonstrasi karena harga singkong yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. (Foto: Ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Petani di Lampung melakukan aksi demonstrasi karena harga singkong yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Harga singkong diketahui turun hingga mencapai Rp1.000 per kilogram (kg)

Sebagai informasi, ribuan petani singkong dari tujuh kabupaten di Lampung menggeruduk pabrik pengolahan tapioka pada Kamis (23/1) lalu. Mereka menuntut agar perusahaan segera menerapkan harga singkong sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) yang disepakati, yaitu Rp1.400 per kg. 

Menurut kajian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), impor tapioka menjadi salah satu penyebab rendahnya harga beli singkong di Provinsi Lampung. 

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan singkong yang bertumpuk dan menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa petani tengah kebingungan karena harga singkong di Lampung turun drastis.

"Yang terhormat Pak Presiden Prabowo Subianto, di Lampung lagi melimpah ruah singkong, terus petani udah menjerit dari tujuh bulan harga turun, turun, turun, sampai kami demo, perusahaan juga tidak mengindahkan peraturan gubernur," ujar seseorang di video tersebut.

Dia pun meminta Presiden Prabowo untuk menyaksikan dan mendengarkan langsung keluhan dari para petani mengenai harga singkong yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Prabowo Disambut Pejabat Pemerintah Jepang saat Tiba di Tokyo

Nasional
4 jam lalu

Prabowo bakal Lanjut ke Korea Selatan usai Kunjungi Jepang

Nasional
5 jam lalu

Prabowo Mendarat di Tokyo, Siap Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Jepang

Nasional
10 jam lalu

Prabowo ke Jepang Penuhi Undangan Kaisar Naruhito, Bahas Perdagangan hingga Pendidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal