Menteri Ketenagakerjaan bersama jajarannya setelah menandatangani MoU bidang pemagangan dengan Korean Federation Small Business (KFSB). (Foto: Dok. Kemnaker)
Ikhsan Permana SP

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan bidang pemagangan dengan Korean Federation Small Business (KFSB). Penandatanganan ini membuka peluang magang di Korea Selatan.

"Saya berharap dengan ditandatanganinya MoU antara Dirjen Binalavotas dan Chairman KFSB ini dapat menginisiasi dan membuka peluang program pemagangan luar negeri di Korea Selatan untuk angkatan kerja dari Indonesia sekaligus dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah,di Hwaseong, Korea Selatan, dalam keterangan tertulis, Minggu (4/12/2022). 

Ida menambahkan, selama ini Indonesia telah menjalin kerja sama bidang pemagangan dengan beberapa negara sahabat guna meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, serta mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tujuan pemagangan. 

Adapun, saat ini Indonesia telah melakukan kerja sama program pemagangan luar negeri dengan beberapa negara mitra antara lain Jepang, Qatar, dan Australia. Indonesia juga merupakan negara peringkat ketiga sebagai negara pengirim peserta magang setelah Vietnam dan RRT. 

"Saya juga berharap kolaborasi antara Ditjen Binalavotas Kemnaker dan KFSB ini merupakan awal dari perjalanan panjang pembelajaran bersama untuk dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan negara masing-masing yang semakin dinamis," kata dia.

Sebagai informasi, ruang lingkup MoU tersebut meliputi penyusunan analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan standar kompetensi kerja, pengembangan program, kurikulum, modul pelatihan, dan pelatihan aplikasi termasuk kontennya, penyediaan sarana dan prasarana pelatihan, peningkatan kapasitas instruktur, penyediaan tenaga ahli/pengajar, pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, penyediaan tempat pelatihan kerja dan pelatihan pemagangan dan Implementasi business matching antar organisasi pengirim dan organisasi pengawas.



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT