Kepesertaan BPJS-TK Lampaui Rata-Rata Internasional

Antara
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id – Tingkat kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) saat ini sudah di atas rata-rata internasional yang berada di kisaran 20 hingga 24 persen dari potensi tenaga kerja di masing-masing negara.

“Idealnya, kepesertaan jaminan sosial mencapai 70 persen dari potensi tenaga kerja. Sementara rata-rata kepesertaan bagi jaminan sosial mandiri sebesar 20 sampai 24 persen dan Indonesia sudah di atasnya," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto Agus di sela Simposium Nasional Pelayanan Publik BPJS-TK di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia menuturkan, angkatan kerja di Indonesia mencapai 120 juta. Sementara yang memenuhi syarat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik pekerja formal dan informal, di luar pegawai negeri sipil (PNS), TNI, pekerja paruh waktu dan sebagainya sebesar 86 juta orang. Sementara untuk peserta aktif saat ini sebesar 25,47 juta.

Kendati demikian, Agus mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan tetap melakukan berbagai upaya agar cakupan kepesertaan bisa mendekati angka ideal yakni 70 persen dari potensi angkatan kerja. Salah satu upaya itu diwujudkan dengan mengembangkan keagenan dengan merekrut relawan dari komunitas untuk memperkenalkan dan menawarkan program BPJS-TK.

Program keagenan tersebut bernama Perisai. Program berbasis teknologi informasi itu mengizinkan agen untuk memasukkan data pribadi calon peserta kemudian sistem BPJS-TK akan mengunduh data lengkapnya di sistem kependudukan dan didata sebagai peserta secara online.

"Saya bisa memantau perkembangan agen Perisai secara 24 jam dan rata-rata tumbuh 200-an peserta setiap hari. Saat ini baru 50 agen Perisai yang aktif dari 250 agen yang terdaftar," ujar Agus.

Dalam tiga minggu beroperasi, sudah terdata 3.257 peserta dan angkanya terus bertambah dari waktu ke waktu. Karena sebagian besar target keanggotaan Perisai adalah anggota komunitas maka target awal adalah kepesertaan program Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, kata Agus. Namun, pada praktiknya, 40 persen dari mereka juga mendaftar pada program Jaminan Hari Tua.

"Ekspektasi kami jadi berubah. Kondisi menunjukkan mereka peduli pada masa depan mereka setelah purnakerja," ucap Agus.

Tidak hanya Perisai, BPJS-TK juga sedang mengembangkan aplikasi mobile yang memungkinkan pekerja mendaftar secara mandiri, dimana saja dan kapan saja.

"Sebentar lagi akan kita luncurkan. Hal itu untuk menjawab luasnya cakupan wilayah Indonesia dan juga untuk menjawab tantangan ‘zaman now’ dimana semua bergerak dalam satu alat yakni gadget atau HP,” kata Agus.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi, Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun

57 tahun lalu

Buruh bakal Demo Tuntut Pajak JHT Dihapus, Said Iqbal: Saya Ketuk Hati Purbaya agar Mau Dialog

57 tahun lalu

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng UNEJ, Mahasiswa Magang dan KKN Kini Dilindungi JKK-JKM

57 tahun lalu

KSPSI Segera Temui Purbaya, Bahas Pajak JHT BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal