Luhut Ungkap BBM Pertalite Dicampur Etanol Akan Tetap Dapat Subsidi 

Atikah Umiyani
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pemberian subsidi untuk produk BBM Pertalite dengan bioetanol. (Foto: Heri Purnomo/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pemberian subsidi untuk produk bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan bauran Bioetanol. Rencana pencampuran bioetanol ini menjadi penting di tengah upaya pemerintah untuk mengurangi polusi di sejumlah kota besar, terutama DKI Jakarta. 

"Iya nanti kita lihat dulu, kita mau Bioetanol itu karena masalah polusi ini harus kita kendalikan paling cepat mengendalikan itu adalah tadi etanol," ujar Luhut dalam keterangannya dikutip, Sabtu (4/5/2024). 

Adapun, rencana pemerintah mengembangkan bioetanol ini juga sejalan dengan usulan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pada tahun lalu yang meminta dukungan Komisi VII DPR lantaran pada 2024 pihaknya akan kembali merilis Pertamax Green 92 yang merupakan percampuran antara Pertalite dengan etanol sebanyak 7 persen, sehingga Research Oktan Number akan naik dari yang semula 90 ke 92.

Luhut menambahkan, nantinya anggaran kompensasi atau subsidi yang semula digelontorkan untuk Pertalite itu akan dialihkan pada Pertamax Green 92. 

"(Bioetanol) tetap subsidi, lagi kita hitung supaya nanti kita ini targetnya yang kita subsidi orang yang pantas di subsidi," tuturnya. 

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah buka suara mengenai wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sempat mencuat pada akhir tahun 2023 lalu. Menurutnya, Kementerian ESDM tidak mempermasalahkan jika usulan itu direalisasikan asal Pertamina memang bisa menghasilkan produk BBM tanpa ada beban tambahan.

"Ya kalau memang bisa disediakan dengan tidak ada beban tambahan, boleh saja," kata Arifin dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Kementerian PKP segera Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta Tahun Ini

Nasional
5 hari lalu

Luhut Datangi Kantor Airlangga, Bahas Apa?

Nasional
7 hari lalu

Purbaya Ungkap Skema Subsidi Energi Baru, Begini Perhitungannya

Nasional
11 hari lalu

Bahlil: Campuran Etanol 10% Bisa Kurangi Impor BBM 3,9 Juta Kiloliter per Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal