Menko Airlangga Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Halal Terbesar Dunia 

Michelle Natalia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutannya pada acara Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Dalam upaya pemulihan ekonomi global, ekonomi syariah telah diangkat menjadi agenda utama di berbagai negara. Hal ini merupakan salah satu bagian penting dari kebijakan pemulihan ekonomi pascapandemi.

Ekonomi syariah dan industri halal juga telah dilihat sebagai sumber mesin pertumbuhan baru, baik di tingkat domestik maupun global. Terkait hal tersebut, Pemerintah berupaya mengakselerasi pengembangan industri halal nasional dan mewujudkan visi “Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia”. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki dan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tentunya juga mampu menjadi market terbesar produk halal dunia. 

“Indonesia, sebagai rumah umat muslim terbesar penduduknya 229,6 juta pada tahun 2020, mempunyai pengeluaran umat muslim (untuk produk dan layanan halal) mencapai 184 miliar dolar AS di tahun 2020 dan diperkirakan pada tahun 2025 menjadi 281.6 miliar dolar AS. Jadi ini merupakan pasar yang besar,” ujar Menko Airlangga saat menyampaikan sambutannya pada acara Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

The State of the Global Islamic Economy Report 2022 mengungkapkan, indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik, di mana Indonesia berhasil menjadi peringkat ke-4 di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara konsumen produk halal terbesar di dunia yang mencakup 11,34 persen dari pengeluaran halal global.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia

57 tahun lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik, Tekan Lonjakan Harga

57 tahun lalu

Pemerintah Gelontorkan Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Jaga Stabilitas Harga Tahu Tempe

57 tahun lalu

Insentif Motor Listrik Ditunda Sebulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal