Nilai Investasi Saham Terus Turun, Kerugian Negara dari Jiwasraya Membengkak

Muhammad Aulia
Jiwasraya. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah mengaudit kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kerugian negara yang awalnya ditaksir Rp13,7 triliun dipastikan membengkak.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengonfirmasi nilai kerugian negara dari kasus Jiwasraya membengkak.

"Memang (nilai kerugian negara) bertambah, karena kan memang sudah diidentifikasi pertumbuhan nilai sahamnya memang segitu. Jadi itu tergantung hasil audit terakhir," ucapnya di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Pria yang kerap disapa Tiko itu mengaku belum mengetahui secara pasti kenaikan nilai kerugian negara karena masih dihitung BPK. Hasil audit final rencananya akan diumumkan bulan depan.

"Ini kita lagi audit yang tahun 2019, mungkin selesai sekitar bulan Maret nanti," kata eks direktur utama Bank Mandiri itu.

Untuk diketahui, nilai saham-saham yang menjadi instrumen Jiwasraya terus turun. Bahkan beberapa di antaranya ke level gocap seperti SMRU, BIPI, dan TRAM.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Megapolitan
13 hari lalu

ASN BPK Diduga Aniaya ART di Bogor, Korban Luka di Kepala hingga Punggung

Megapolitan
13 hari lalu

Heboh ART di Bogor Disiksa hingga Terluka, ASN BPK Ditangkap!

Nasional
1 bulan lalu

BPK: Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak 2,7 Miliar Dolar AS dan Rp25,4 Triliun

Nasional
1 bulan lalu

KPK Gandeng BPK saat Periksa Saksi terkait Korupsi Kuota Haji 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal