Pajak Barang Mewah Mobil Akan Diubah, Emisi Gas Jadi Perhitungan Baru

Rully Ramli
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan mengubah skema pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Dalam skema baru tersebut, konsumsi bahan bakar dan kandungan emisi gas buang akan menjadi perhitungan baru.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengubah klasifikasi pengenaan PPnBM. Selama ini, pajak mewah atas kendaraan dikenakan berdasarkan kapasitas mesin (cc).

"Menyangkut perhitungan PPnBBM untuk penghitungan tidak berdasarkan kapasitas mesin, tapi berdasarkan konsumsi bahan bakar dan emisi," ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dengan begitu, kata dia, kendaraan yang boros dan memiliki emisi tinggi akan dikenakan pajak lebih tinggi. Sebaliknya, kendaraan yang paling ramah lingkungan akan dikenakan pajak rendah, bahkan bisa 0 persen.

Latar belakangnya, kata dia, pemerintah ingin mempromosikan kendaraan ramah lingkungan. Usulan ini juga terkait dengan rencana pemerintah menerbitan peraturan presiden (perpres) soal mobil listrik.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, pemerintah akan memberikan insentif terhadap mobil dengan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV). Yang termasuk kategori tersebut yaitu kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2), hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BET), fuel cell electric vehicle (FCEV), dan flexy engine.

Dalam usulannya, kategori kendaraan LCEV akan dikenai pajak bervariasi antara 0-30 persen. Sementara non LCEV akan dikenai pajak 15-70 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Mobil
7 menit lalu

Hadapi Serbuan Mobil China, Uni Eropa Ubah Strategi Akan Kendalikan Harga Kendaraan

Nasional
16 menit lalu

Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation

Mobil
5 hari lalu

Grab dan GAC Siapkan 20.000 Armada Kendaraan Listrik di Asia Tenggara

Mobil
6 hari lalu

Lewat GJAW 2025, BYD Kian Aktif Dukung Industri Otomotif Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal