Produsen Emas Malaysia Bakal Ekspansi ke Indonesia, Gandeng Toko-toko Emas Lokal

Suparjo Ramalan
Mansa Musa merupakan orang terkaya dalam sejarah umat manusia dengan kekayaan sekitar 400 miliar dolar AS atau Rp5.724,5 triliun dalam bentuk uang modern. (foto: Freepik/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan produsen emas asal MalaysiaDEET Holding Berhad akan ekspansi ke pasar Indonesia. Perusahaan ini nantinya bakal membuka pelayanan tabungan emas sebagai alternatif investasi masyarakat. 

Owner DEET Holding Berhad Haji Mustafa Robani mengatakan, masyarakat saat ini lebih memilih melakukan tabungan uang dibanding emas. Padahal, menurutnya, menabung emas justru memberikan banyak keuntungan ke depannya. 

"Masyarakat perlu menukar uang ke investasi emas karena emas ini ada nilainya tidak akan turun drastis meski ada inflasi yang besar. Dari segi harga, kita tidak pernah mengalami kerugian dalam menabung emas," kata dia di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Mustafa menjelaskan, nominal tabungan dalam menabung emas juga tidak terbatas. Masyarakat, kata dia, bisa menyimpan dengan jumlah berapa pun dalam tabungan emas.

"Kita sudah menyiapkan satu program yang insya Allah dapat mendidik khususnya dengan kaidah tabungan (emas). Contoh Rp300.000 boleh membeli emas tidak? Tentu boleh, tapi dengan kadar 0,0 sekian," ucap dia. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Malaysia Heboh Pilot Ditangkap di Indonesia Bawa 26 Kg Narkoba, Perketat Pemeriksaan

5 hari lalu

Setelah Pilot, 3 Perempuan asal Malaysia Terciduk Bawa Narkoba di Bandara Soetta

5 hari lalu

Pilot Malaysia Bawa 26 Kg Narkoba, Ini Penjelasan Otoritas Bandara Kuala Lumpur

7 hari lalu

Bareskrim Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia-Medan, Sita 9.162 Butir Pil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal