Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan, Menhub Akan Panggil KCIC

Muhammad Aulia
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: Ant)

TANGERANG, iNews.id - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara selama dua minggu. Penghentian itu merupakan instruksi langsung dari Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR.

Penghentian yang dilakukan mulai 2 Maret 2020 tersebut berdasarkan sejumlah alasan, mulai dari menyebabkan macet, banjir, hingga mengganggu pengerjaan proyek infrastruktur di sekitarnya, terutama LRT.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku akan memanggil PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku kontraktor utama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Saya akan evaluasi, saya akan panggil KCIC satu dua hari ke depan buat bahas itu semua," katanya saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (29/2/2020).

Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu baru mengetahui informasi soal instruksi penghentian tersebut. Yang pasti, dia menegaskan seluruh proyek di bawah Kemenhub harus dikerjakan secara disiplin.

Kita memang targetkan proyek yang baik tapi disiplin dan saling hormati satu kegiatan dengan kegiatan yang lain itu penting," ucapnya.

Menurut Menhub, penghentian tersebut merupakan hak dari Menteri PUPR. Dia belum bisa memastikan dampak yang ditimbulkan akibat penyetopan tersebut. "Saya belum evaluasi lagi," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Polemik Whoosh, Eks Penyidik KPK: Dugaan Pemufakatan Jahat Sulit Diusut jika China Tak Berkenan

Nasional
1 bulan lalu

Ekonom Ungkap China Paling Diuntungkan dari Proyek Kereta Cepat Whoosh, Ini Alasannya

Nasional
1 bulan lalu

Pengamat Duga Ada Transaksi Gelap di Proyek Whoosh, Begini Analisisnya

Nasional
1 bulan lalu

Mahfud MD Bongkar Dugaan Proyek Kereta Cepat Di-mark Up 3 Kali Lipat: Harus Diperiksa!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal