JAKARTA, iNews,id - PT Bank BTPN Tbk membukukan laba bersih Rp1,26 triliun pada semester I 2019. Jumlah tersebut, naik 15 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp1,09 triliun.
Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan, meski masih fokus melakukan konsolidasi dan integrasi, perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan membukukan kinerja positif. Selain mencetak kenaikan laba, fungsi intermediasi juga terjaga baik dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan.
“Begitu pula segmen nasabah yang dilayani, kini semakin luas sebagai dampak positif dari penggabungan usaha dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019,” kata Ongki di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Dia memaparkan, total penyaluran kredit mencapai Rp143,4 triliun pada akhir Juni 2019, tumbuh 112 persen (year on year/yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp67,7 triliun. Pencapaian ini diimbangi dengan prinsip kehati-hatiaan yang tercermin pada angka rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di level 0,8 persen (gross).
Ongki melanjutkan, jumlah penyaluran kredit merupakan data gabungan dari SMBCI dan Bank BTPN, terhitung sejak efektif merger pada 1 Februari 2019. Namun demikian, jika dihitung secara normal, penyaluran kredit sejatinya bertumbuh 10 persen. “Hal ini masih sejalan dengan rata rata pertumbuhan kredit industri. Dengan kondisi ekonomi yang menantang, dan situasi perusahaan yang masih dalam fase konsolidasi, pencapaian ini patut kami syukuri,” kata Ongki.
Pertumbuhan kredit semester I 2019 banyak ditopang pembiayaan korporasi, usaha kecil dan menengah (small medium enterprises/SME), pembiayaan konsumer, dan pembiayaan prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, Bank BTPN mencatat kenaikan aset sebesar 87 persen, dari Rp99,9 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp187,05 triliun pada Juni 2019. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) terjaga di level 23,3 persen, masih sangat kuat untuk menopang target pertumbuhan.