Tekanan Geopolitik di Timur Tengah, Harga Minyak Variatif

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah dunia tercatat bervariasi menyusul tekanan geopolitik di Timur Tengah sehingga produsen di kawasan itu berpotensi mengimbangi produksi minyak Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Selasa (14/11/2017), keprihatinan regional di Timur Tengah termasuk perang di Yaman dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran berpotensi membuat harga minyak terkerek naik.

Analis mengatakan, investor percaya bahwa ketegangan geopolitik akan mengganggu produksi minyak di kawasan ini, sehingga bisa mengimbangi kenaikan produksi AS.

Jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS bertambah sembilan menjadi total 738 rig pekan ini, kata perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya pada hari Jumat pekan lalu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik 0,02 dolar AS menetap di 56,76 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 0,36 dolar AS menjadi ditutup pada 63,16 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
10 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Perwakilan AS-Iran Bertemu di Sela Sidang Umum PBB

12 hari lalu

BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Harga Minyak

13 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai China Desak Iran Kendalikan Serangan Houthi

20 hari lalu

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Strategis usai Serangan Drone dari Irak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal