Bitcoin Anjlok Lagi, Ini Tiga Penyebabnya

Jeanny Aipassa
Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Bitcoin turun drastis hingga 42.000 dolar AS, disusul mata uang kripto besar lainnya yang anjlok hingga 15 persen dalam 24 jam. 

Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia itu, turun hingga hampir 40 persen dari titik ATH (rekor tertingginya sepanjang masa) yang dicapai pada 9 November 2021 lalu. 

Ini menyebabkan harga Bitcoin berada di level 42.019,86 dolar AS atau setara dengan Rp607.050.412,46 menurut data CoinDesk. Penurunan ini juga merupakan titik terendah Bitcoin dibandingkan dengan dua bulan terakhir, sejak September 2021. 

Akibat penurunan tersebut, mayoritas mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar yang besar ikut turun. Di hari yang sama, Ethereum (ETH), Avalanche (AVAX), dan Shiba Inu (SHIB) mengalami penurunan hingga 15 persen. Binance Coin (BNB) turun hingga 13 persen, Solana (SOL) 18 persen, Polkadot (DOT) 25 persen, Cardano (ADA) 20 persen, Ripple (XRP) 26 persen, dan Dogecoin (25 persen). 

Co-Founder Zipmex Indonesia, Raymond Sutanto, mengatakan bahwa koreksi ini sebenarnya masih merupakan hal yang normal dan sehat. Koreksi yang terjadi merupakan bagian dari kondisi pasar yang tidak bisa dielakkan, namun masih dapat dimanfaatkan. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
1 hari lalu

Tips MotionTrade: Investor Pemula Perlu Kenali RDPU dan Strategi Auto Invest di MotionTrade

Bisnis
15 hari lalu

BNI bakal Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Cek Jadwalnya!

Nasional
16 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Bisnis
26 hari lalu

Ciptadana Asset Management dan JPFA Meriahkan Acara MNC Sekuritas Corporate Forum 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal