JAKARTA, iNews.id - Pada perdagangan awal pekan kedua November ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatannya. Sentimen positif itu merespons rilis pertumbuhan ekonomi kuartal tiga 2017 yang diperkirakan mencapai 5,14% (yoy) di atas kuartal sebelumnya 5%.
Penguatan rupiah atas dolar AS turut memicu sentimen positif pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.990 hingga resisten di 6.080 cenderung menguat.
IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu bergerak fluktuatif, walaupun sempat koreksi 38 poin di penutupan sesi pertama, namun di akhir sesi dua berhasil berbalik arah tutup menguat 8 poin (0,14%) di 6039,54. “Aksi beli terutama melanda saham sektor konsumsi, manufaktur, infrastruktur menyusul penguatan kembali rupiah terhadap dolar AS hingga di Rp. 13500 bila dibandingkan posisi rupiah awal November yang berada di Rp. 13592,” ujar David Setyanto dari First Asia Research dalam risetnya, Senin (6/11/2017).
Selama sepekan IHSG berhasil menguat 1% dan rupiah menguat 0,95%. Penguatan IHSG sepekan kemarin turut ditopang tren bullish harga komoditas energi dan logam dan pencapaian laba kuartal 3 tahun 2017 sejumlah emiten yang di atas ekspektasi. Pergerakan bullish IHSG sepekan terakhir seiring dengan pergerakan bullish sejumlah indeks saham global.
Adapun saham-saham yang dapat menjadi pilihan investor, diantaranya TLKM, ASII, BBTN, UNVR, MAPI, ADHI, WSBP, ASRI, CTRA, dan TINS.