Ini 2 Cara Hindari Investasi Bodong

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Chief Marketing Officer MNC Asset Management, Dimas Aditia Ariadi (kiri), dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang bertajuk ‘Tips Cerdas Memilih Investasi Minim Risiko Bagi Gen-Z & Milenial’, Senin (3/10/2022). (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Maraknya investasi bodong saat ini terus merugikan masyarakat. Banyak produk investasi yang ditawarkan dengan berbagai modus seperti trading palsu dan skema ponzi.

Chief Marketing Officer MNC Asset Management, Dimas Aditia Ariadi, menyampaikan cara menghindari produk-produk investasi bodong. Menurutnya, ada 2 cara menghindari investasi bodong, yakni dengan menerapkan prinsip legal dan logis. 

"Investor harus memperhatikan 2L sebelum berinvestasi, yakni legal dan logis. Kalau ditawari produk investasi, harus dicek dulu legalitasnya, bisa ke Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti untuk aset kripto,” kata Dimas dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo yang bertajuk ‘Tips Cerdas Memilih Investasi Minim Risiko Bagi Gen-Z & Milenial’, Senin (3/10/2022).

Dia menjelaskan, yang harus diperhatikan calon investor sebelum memulai investasi yakni, harus dapat menentukan kelogisan dari tingkat pengembalian atau return yang ditawarkan dari produk investasi tertentu, jangan sampai tergiur oleh return yang tinggi namun tidak masuk akal.                                                                                                           
Di samping itu, calon investor harus menentukan terlebih dahulu tujuan investasi dan mengetahui jangka waktu berinvestasi untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian, menentukan profil risiko untuk menetapkan produk investasi yang cocok.

“Jadi investasi itu tidak bisa dipaksakan, setiap orang punya tujuan investasi dan profil risiko yang berbeda,” ujar Dimas.

Lebih lanjut, ia menyarankan untuk berinvestasi pada instrumen yang diawasi langsung oleh OJK. Adapun, dua produk investasi yang ia rekomendasikan yakni, emas dan reksa dana. 

“Kita harus smart. Jangan sampai semangat investasinya patah karena kecewa dengan oknum yang membuat kita terjerat investasi bodong,” ungkap Dimas.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
8 jam lalu

Kinerja Moncer di 2025, MNC Asset Management Optimistis Reksa Dana Terus Tumbuh di 2026

Seleb
14 hari lalu

Kronologi Lengkap Suami Boiyen Diduga Gelapkan Dana Investasi, Kena Somasi!

Bisnis
16 hari lalu

Kupas Tuntas Prospek Reksa Dana 2026, Saksikan IG Live MNC Asset Management x Phillip Sekuritas Indonesia

Nasional
1 bulan lalu

Tokoh Muda Sipirok Desak Banjir dan Longsor Sumatera Ditetapkan Bencana Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal