NEW DELHI, iNews.id - Pemerintah India mengatakan, ekonomi negara ini melambat pada tahun 2016-2017, dengan terpangkasnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang hampir 1 persen dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.
Mengutip Xinhua, Senin (1/1/2018), Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan kepada parlemen bahwa pertumbuhan PDB turun dari 8 persen pada 2015-2016 menjadi 7,1 persen pada 2016-2017.
"Pertumbuhan yang lebih lambat pada 2016-2017 mencerminkan pertumbuhan sektor industri dan jasa yang lebih rendah. Pertumbuhan ekonomi suatu negara bergantung pada sejumlah faktor termasuk faktor struktural, eksternal, fiskal dan moneter," katanya.
Para ahli mengatakan perlambatan ekonomi India pada 2016-2017 bisa jadi karena keputusan mendadak Perdana Menteri Narendra Modi untuk menghapuskan catatan mata uang denominasi yang lebih tinggi di bulan November tahun lalu serta juga reformasi perpajakan.
India memperkenalkan peraturan pajak terpadu, pajak barang dan jasa (Goods and Services Tax/GST) atau satu negara satu pajak, sejak pertengahan 2017, hampir enam sampai tujuh bulan setelah demonetisasi.