JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat peningkatan permintaan pinjaman online selama Ramadan sebesar 30 persen. Pasalnya, pada periode ini tingkat konsumsi masyarakat meningkat begitu pun dengan pinjamannya.
Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan, pada tahun lalu peningkatan selama Ramadan sebesar 15-20 persen. Namun, seiring dengan bertambahnya platform pinjaman online, maka dia yakin Ramadan tahun ini akan lebih dari itu
"Secara tahunan bisa tumbuh dibanding Lebaran tahun lalu, 30-40 persen, karena tambahan penyelenggara baru, yang penyelenggara lama juga semakin mature. Kapasitas juga semakin meningkat," ujarnya di Centennial Tower, Kamis (16/5/2019).
Permintaan pinjaman online yang paling tinggi pada periode ini berasal dari pembiayaan merchant. Pasalnya, pembiayaan konsumtif yang berasal dari pembelian online atau e-commerce tumbuh signifikan.
"P2P karena selain pembiayaan konsumtif juga ada pembiayaan produktif ngangkat. Kalau e-commerce jualannya laku, produksi dari merchant ini juga meningkat. Kebutuhan merchant ini mendapatkan pinjaman dari fintech P2P," ucapnya.