BI Ingatkan Masyarakat yang Menolak Uang Logam Bisa Dipidana

Antara
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

AMBON, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menolak uang logam sebagai alat transaksi di wilayah NKRI.

"Uang rupiah baik dalam bentuk kertas maupun logam adalah satu-satunya mata uang Republik Indonesia yang sah untuk bertransaksi di wilayah NKRI," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Bambang Pramasudi di Ambon, Selasa (9/10/2018).

Pernyataan Bambang merespons kejadian akhir-akhir ini yang mana sebagian
masyarakat Kota Tual, Dobo, dan Saumlaki yang tidak menggunakan lagi uang logam terutama pecahan kecil mulai dari Rp100, Rp200 sampai dengan Rp500.

Dia mengingatkan berdasarkan Undang-Undang Mata Uang Tahun 2011, mereka yang menolak uang rupiah untuk bertransaksi dapat dikenai sanksi pidana kurungan atau denda.

Menurut Bambang, BI Maluku sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait untuk menempelkan stiker di angkot, toko-toko kecil atau kios untuk mengingatkan bahwa bagi yang tidak mau menerima uang kecil untuk bertransaksi, ada sanksi denda uang senilai Rp200 juta atau kurungan badan selama satu tahun.

"Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi di beberapa daerah tersebut, sebab masyarakat harus akui bahwa uang rupiah adalah alat transaksi yang sah di Indonesioa termasuk uang logam, karena itu masyarakat di Maluku bisa menerima uang logam ini sebagai alat transaksi yang sah," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
4 hari lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,3 Miliar Dolar AS di September 2026, Ini Faktor Pendorongnya

10 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

11 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

12 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal