Dalam 2 Hari, Pengangguran di Inggris Bertambah 12.000

Djairan
Lebih dari 12.000 karyawan kehilangan pekerjaanya dalam dua hari di Inggris, khususnya yang bekerja di toko ritel dan perhotelan. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Lebih dari 12.000 karyawan kehilangan pekerjaanya dalam dua hari di Inggris, khususnya yang bekerja di toko ritel dan perhotelan. Hal tersebut akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian setempat.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Pusat Penelitian Ritel di Inggris, sebanyak 2.123 toko yang dioperasikan oleh 38 ritel terkenal dan menengah terpukul berat akibat pandemi. Saat ini, mereka mempekerjakan kurang lebih 50.000 karyawan.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (2/7/2020), SSP yang terdaftar di London Stock Exchange, yang mengoperasikan lebih dari 2.800 unit katering dan ritel bermerek mengatakan, akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 5.000 pekerjanya. Jumlah tersebut hampir setengah dari 9.000 tenaga kerjanya di Inggris, setelah menderita kerugian besar akibat kebijakan lockdown.

“Kami terpaksa melakukan PHK, karena ekonomi dan industri yang bergantung ke trafik perjalanan akan pulih lama, dan kami memang bergantung kepada pengunjung di bandara dan stasiun di Inggris. Jumlah penumpang kereta api bahkan turun 85 persen dari tahun lalu, sementara perjalanan udara sebagian besar tidak ada,” kata pihak SSP.

Sementara itu, Harrods yang menjadi rumah bagi 5.000 merek pakaian dan perhiasan mengatakan kepada stafnya, satu dari tujuh orang dari total 4.800 karyawannya akan terkena PHK. Sedangkan Arcadia, yang memiliki Topshop, Miss Selfridge, Dorothy Perkins, Burton, Evans dan Wallis mengatakan, akan memangkas 2.000 karyawannya.

Selain bisnis ritel, hal serupa juga dirasakan oleh pekerja di bisnis perhotelan, termasuk layanan kecantikan, kafe dan lainya. Sebelumnya, pada 17 Juni lalu, Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan, jumlah klaim pengangguran melonjak 126 persen menjadi hampir 3 juta orang hingga Mei 2020. Peningkatan tersebut dipicu dari ribuan toko-toko dan bisnis yang terpaksa tutup.

Sedangkan jumlah lowongan pekerjaan juga semakin jatuh ke rekor terendah, karena aktivitas ekonomi terhenti. Namun, sejak perekonomian ditutup pada 23 Maret lalu, pemerintah Inggris meluncurkan skema retensi bagi para pekerja, di mana mereka tetap diberikan sebagian dari upahnya selama dirumahkan.    

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
12 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
15 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
17 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal