Dalam Sidang G20 dan IMF di AS, Gubernur BI Jamin Bakal Jaga Stabilitas Rupiah

Anggie Ariesta
ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS (ist)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini bertengger di Rp16.200 pascakonflik Iran-Israel. Bahkan, Mengutip data Bloomberg hingga siang ini, rupiah berada di level Rp16.268 per dolar AS.

Merespons hal ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam sidang G20 dan IMF di Washington DC meyakini bahwa ekonomi RI termasuk salah satu negara emerging market (EMEs) yang kuat. Maka dari itu, Indonesia bisa menghadapi dampak rambatan global akibat ketidakpastian penurunan Fed Fund Rate (FFR) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Kami terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah lain yang diperlukan," ujar Perry pada Kamis (18/4/2024).

Ekonomi yang kuat tersebut ditopang oleh kebijakan moneter dan fiskal yang prudent dan terkoordinasi erat. Selain itu, untuk memperkuat ketahanan eksternal dimaksud, komitmen kuat Bank Indonesia untuk stabilisasi nilai tukar menjadi bagian penting.

Demikian pula, kata Perry, pengelolaan aliran portfolio asing yang ramah pasar, termasuk operası moneter yang promarket dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang, mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

57 tahun lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

57 tahun lalu

UU P2SK Terbaru, Kemenkeu hingga Danantara Bisa Jadi Pemegang Saham BEI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal