Denmark Mulai Tinjau Pajak Google Tanpa Tunggu Hasil Perundingan

Djairan
Langkah Eropa dalam memastikan penarikan pajak terhadap perusahaan raksasa digital tampaknya akan terlaksana tahun ini. (Foto: Ist)

COPENHAGEN, iNews.id - Langkah Eropa dalam memastikan penarikan pajak terhadap perusahaan raksasa digital tampaknya akan terlaksana tahun ini. Meskipun diketahui, perundingan mengenai proyek pajak digital telah gagal karena Amerika Serikat (AS) yang menarik diri secara sepihak.

Upaya tersebut terlihat dari langkah otoritas pajak Denmark yang telah memulai peninjauan terhadap perusahaan teknologi AS, Google. Mengenai operasinya di Denmark, otoritas setempat akan menentukan besaran kewajiban pajak terutang terhadap raksasa teknologi tersebut. 

Hal itu disampaikan oleh unit Google di Denmark pada Senin, sesuai laporan keuangan perusahaan untuk tahun 2019. “Otoritas pajak telah memulai peninjauan tahun pajak terbuka perusahaan. Kami sedang dalam dialog berkelanjutan dengan pihak otoritas Denmark," ujar kepala kebijakan publik Google di Denmark, Christine Sorensen dalam sebuah pernyataan resmi dikutip dari Reuters pada Senin (31/8/2020).

Diketahui, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen merupakan salah satu dari beberapa pemimpin Eropa yang gencar menyuarakan hal tersebut. Pihaknya menganjurkan agar perusahaan teknologi multinasional seperti Google, Amazon dan Apple membayar lebih banyak pajak di negara tempat mereka beroperasi.

Google, yang dimiliki oleh perusahaan induk Alphabet tercatat telah mempekerjakan lebih dari 100 orang di Denmark dan memperoleh pendapatan fantastis di sana tahun lalu. Sorensen mengatakan, Google sampai saat ini hanya berkewajiban membayar sebagian besar pajaknya di AS, tempat perusahaan itu berasal.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
3 hari lalu

Islandia Panggil Dubes AS Buntut Posting-an Trump Negaranya Ditandai Bendera Amerika

8 hari lalu

Google Genap 28 Tahun Hari Ini, Ternyata Awalnya Bukan Bernama Google!

8 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Renggut 16.300 Nyawa di Jerman

20 hari lalu

Horor! Gelombang Panas di Eropa Renggut 30.000 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal