JAKARTA, iNews.id - Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen. Meski lebih rendah dari target 5,4 persen, angka ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,07 persen.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu cukup positif di tengah situasi global yang belum kondusif.
"Syukur alhamdulillah. Ini angka yang baik, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama kelompok G20," kata Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi, dikutip Jumat (8/2/2019).
Menurut Presiden, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) makin positif apabila melihat capaian inflasi yang rendah dan menunjukkan tren penurunan. Pada 2018, inflasi tercatat 3,13 persen, melambat dibandingkan 2017 sebesar 3,61 persen.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah akan terus berupaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga inflasi di level yang rendah.
Untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi, Presiden menyebut ada dua kunci. Pertama, mendorong ekspor dan barang-barang substitusi impor diproduksi di dalam negeri. Kedua, mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya ke Indonesia.
"Untuk itulah, pemerintah terus memperbaiki dan menyederhanakan sistem perizinan di pusat dan daerah," kata dia.