TOKYO, iNews.id - Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang pada kuartal I-2021 (Januari-Maret) minus 5,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan negatif itu terjadi di tengah pemulihan ekonomi.
Dikutip dari NHK, Selasa (18/5/2021), PDB Jepang masuk teritori negatif akibat anjloknya konsumsi masyarakat selama lockdown. Sebelumnya, otoritas Jepang menerapkan keadaan darurat (emergency state) kedua akibat kondisi pandemi Covid-19 yang memburuk.
Pada kuartal III dan IV tahun lalu, ekonomi Jepang tumbuh positif masing-masing 22,9 persen dan 11,6 persen. Tren pemulihan terjadi setelah kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi Jepang anjlok 28,6 persen.
"Konsumsi masyarakat menjadi faktor terbesar penyebab kontraksi ekonomi kuartal satu," kata Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso dikutip dari Channel News Asia.
Pertumbuhan ekonomi Jepang yang minus jauh lebih buruk daripada ekspektasi analis yang memprediksi pertumbuhan minus 4,6 persen. Konsumsi masyarakat yang berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDB turun 1,4 persen.
Investasi juga anjlok 1,4 persen. Namun, ekspor tumbuh 2,3 persen berkat pemulihan ekonomi global, terutama dari industri otomotif dan elektronik. Namun, kontribusi ekspor secara netto terhadap PDB minus 0,2 persen akibat impor yang lebih tinggi.