Ekonomi Minus 5,32 Persen, Tim Pemulihan Ekonomi: Kami Tidak Kaget

Fadel Prayoga
Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mencatatkan minus 5,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 mencatatkan minus 5,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini disebabkan adanya pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak Maret.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede mengatakan, penurunan ekonomi sebesar itu sudah terbaca setelah melihat adanya pembatasan aktivitas untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19. Dengan begitu, tak perlu dicemaskan karena memang kontraksi hingga minus 5,32 persen sudah terprediksi.

“Tentu kami tidak kaget, karena kita lihat dari berbagai data sebelumnya, itu menunjukkan memang penurunan kegiatan secara signifikan sejak bulan April,” kata Raden dalam diskusi virtual, Senin (10/8/2020).

Dia menjelaskan, penyebab utama karena adanya pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial yang digaungkan pemerintah sejak April. Selain itu, kontraksi itu juga terjadi di seluruh negara yang terkena dampak pandemi Covid-19 seperti, Amerika Serikat, Singapura dan Malaysia.

“Jadi seluruh dunia kontraksi. Bukan sesuatu yang kaget, tapi kita prihatin, supaya tidak terjadi kontraksi yang berlebihan,” ujarnya.

Dia menyebut, pihaknya sedang berupaya dengan memberikan berbagai masukan kepada pemerintah agar kuartal III nanti tidak menunjukkan tren yang negatif.

“Kalau kontraksi lagi di kuartal III itu kita menyebutnya sebagai resesi,” katanya. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cadangan Devisa RI Naik Tipis jadi 145,6 Miliar Dolar AS pada Juni 2026

57 tahun lalu

Kontribusi Ekonomi Jakarta ke PDB Nasional Naik Jadi 16,67 Persen, Pramono: Fondasi Semakin Kuat

57 tahun lalu

Purbaya Jamin Fundamental Ekonomi Kokoh: Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis!

57 tahun lalu

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Urat Nadi Perekonomian Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal