Inflasi Inti Turun, BPS Ingatkan Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat pada 2020

Adi Palapa Harahap
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan kepada pemerintah untuk pentingnya menjaga daya beli masyarakat pada 2020. Sebab, dari data BPS terbaru menunjukkan angka inflasi inti sepanjang tahun 2019 mengalami penurunan dari tahun 2018 lalu.

Inflasi inti adalah komponen inflasi yang pergerakannya cenderung tetap (persisten). Pergerakan inflasi inti dipengaruhi beberapa faktor fundamental, seperti interaksi permintaan dan penawaran, lingkungan eksternal seperti nilai tukar, harga komoditas, dan inflasi mitra dagang, serta ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen. Inflasi inti juga dapat dikatakan sebagai situasi daya beli masyarakat.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, laju inflasi inti sepanjang 2019 sebesar 3,02 persen atau turun dari tahun 2018 di angka 3,07 persen. Dia menyampaikan bahwa pemerintah perlu menargetkan agar inflasi inti setidaknya berada di level 3,1 persen secara tahunan.

"Warning boleh.Tapi saya sih menilai ini segera jaga-jaga (daya beli). Tapi kalau rendahnya saya enggak bisa. karena kalau target inflasi inti kalau bisa 3,1 persen," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020).

Dia menambahkan, rendahnya inflasi inti di tahun 2019 sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memerhatikan tingkat daya beli masyarakat.

"Melihat inflasi inti ini kita harus ekstra hati-hati supaya daya beli tetap terjaga," kata dia.

Suhariyanto menuturkan, pihaknya tidak dapat mengeluarkan angka prediksi inflasi inti. Tetapi, BPS hanya dapat mengingatkan kepada pemerintah untuk secara simultan menjaga harga-harga barang pokok sekaligus daya beli masyarakat.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
9 jam lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Bisnis
9 jam lalu

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut ke 0,95 Miliar Dolar AS di Awal 2026

Bisnis
10 jam lalu

BPS Catat Impor RI Januari 2026 Melonjak 18,21% jadi 21,20 Miliar Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal